INFOBLORA.ID - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blora mulai menyiapkan sejumlah langkah efisiensi menyusul kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi jenis Pertamax yang berlaku secara nasional.
Diketahui, harga Pertamax (RON 92) mengalami kenaikan dari Rp12.300 per liter menjadi Rp16.250 per liter. Sementara Pertamax Green 95 (RON 95) naik dari Rp12.900 menjadi Rp17.000 per liter.
Menanggapi kondisi tersebut, Bupati Blora Arief Rohman mengatakan pemerintah daerah akan melakukan penyesuaian kebijakan sesuai ketentuan yang berlaku, termasuk mengoptimalkan penggunaan anggaran operasional agar lebih efisien.
Menurutnya, salah satu langkah yang akan ditempuh adalah menata ulang pelaksanaan perjalanan dinas di lingkungan Pemkab Blora guna menekan konsumsi BBM.
"Nanti akan ditata ulang untuk kaitannya perjalanan dinas. Kalau bisa rombongan, tidak usah pakai satu orang satu mobil. Umpamanya rombongannya beberapa cukup satu mobil saja," kata Arief Rohman.
Selain itu, Arief menyebut rapat maupun koordinasi yang tidak bersifat mendesak akan lebih banyak dilakukan secara daring melalui platform virtual seperti Zoom Meeting. Kebijakan tersebut diharapkan mampu mengurangi mobilitas aparatur sekaligus menekan biaya operasional pemerintah daerah.
Menurutnya, pemanfaatan teknologi komunikasi menjadi salah satu solusi yang efektif di tengah meningkatnya harga BBM, tanpa mengurangi kualitas pelayanan dan koordinasi antarlembaga.
"Kegiatan yang memungkinkan dilakukan secara daring akan kita dorong melalui Zoom atau media lainnya, sehingga tidak semua harus dilakukan dengan perjalanan langsung," ujarnya.
Pemkab Blora berharap langkah efisiensi tersebut dapat menjaga efektivitas penggunaan anggaran daerah di tengah kenaikan harga energi, sekaligus memastikan program pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan optimal.


0 komentar:
Posting Komentar