INFOBLORA.ID - Pembangunan Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan (Yonif TP) di Kabupaten Blora akan memanfaatkan lahan kawasan hutan seluas 77,8 hektare yang berada di Desa Kedungwaru, Kecamatan Kunduran.
Lahan tersebut merupakan kawasan hutan milik Perhutani KPH Blora yang berada di petak 131, 132, dan 133.
Administratur KPH Blora, M. Agus Nawin Romdloni, mengatakan pihaknya masih menunggu arahan dari pemerintah pusat terkait mekanisme penggunaan kawasan hutan untuk pembangunan Yonif TP tersebut.
“Mekanisme proses penggunaan kawasan hutan akan dilakukan pusat, dari Kementerian Pertahanan dan Kementerian Kehutanan. Kami menunggu arahan lanjutan,” ujarnya.
Agus menjelaskan, saat ini lokasi yang diusulkan masih berupa kawasan hutan dengan tegakan pohon dan belum ada aktivitas pembangunan dari pihak TNI.
“Belum ada kegiatan TNI. Kami menunggu arahan pengerjaan selanjutnya,” katanya.
Meski demikian, pihak Perhutani KPH Blora tetap melakukan koordinasi dengan Kodim 0721/Blora agar proses pelaksanaan nantinya berjalan sesuai aturan dan tertib administrasi.
“Kami tetap koordinasi dengan Kodim agar pelaksanaan ke depan nyaman, tidak melanggar aturan dan tetap tertib,” tambahnya.
Sebelumnya, Komandan Korem 073/Makutarama Kolonel Arm. Ezra Nathanael telah meninjau langsung lokasi kawasan hutan yang disiapkan sebagai area pembangunan Yonif TP tersebut.
Dalam peninjauan itu, Danrem didampingi Dandim 0721/Blora Letkol Kav Yudhi Agus Setiyanto, Wakil Administratur Perhutani KPH Blora Teguh Anggoro, Asisten I Setda Blora Agus Puji Mulyono, Kepala Dinas PUPR Blora, serta Forkopimcam Kunduran.
Danrem menyebut lokasi tersebut sangat strategis karena berada di sisi kanan wilayah Kabupaten Blora.
Menurutnya, pada tahap awal akan disiapkan marshalling area atau lokasi berkumpul sementara sebagai bagian dari tahapan pembangunan yang direncanakan dimulai pada triwulan ini.
“Pemerintah daerah, Kodim 0721/Blora, dan Perhutani sudah berkoordinasi untuk memastikan kesiapan lahan,” ujar Danrem.
Kolonel Ezra merinci, dari total lahan 77,8 hektare tersebut, tahap awal hanya sekitar 2 hektare yang digunakan untuk marshalling area.
Namun nantinya pembangunan Yonif TP akan dilengkapi berbagai fasilitas pendukung, mulai dari markas batalyon, markas kompi, barak prajurit, fasilitas olahraga, lapangan tembak, hingga kolam renang.
“Ini lengkap karena merupakan proyek strategis nasional. Bapak Presiden juga menginginkan fasilitas yang sangat ideal,” tegasnya.


0 komentar:
Posting Komentar