Home » , , , » JELANG IDUL ADHA, PENJUALAN KAMBING DI BLORA MENINGKAT, PETERNAK KANTONGI UNTUNG

JELANG IDUL ADHA, PENJUALAN KAMBING DI BLORA MENINGKAT, PETERNAK KANTONGI UNTUNG

radiogagakrimangfm.com on 23 Mei 2026 | 08.19


INFOBLORA.ID
- Menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah, para peternak kambing di Kabupaten Blora mulai mendulang keuntungan. Penjualan kambing kurban mengalami peningkatan signifikan pada pertengahan pekan ini, Rabu (27/5/2026).

Salah satu peternak kambing di Desa Geneng, Kecamatan Jepon, Qodam Maulana, mengaku optimistis penjualan kambing miliknya masih akan terus bertambah hingga mendekati Hari Raya Kurban.

Saat ini, sebanyak 40 ekor kambing miliknya telah laku terjual, padahal masa penjualan masih cukup panjang.

“Tahun kemarin total terjual 45 ekor. Sekarang sudah 40 ekor dan saya masih optimistis bisa bertambah karena masih ada waktu,” ujarnya.

Qodam mengatakan, pembeli kambing tidak hanya berasal dari wilayah Blora, tetapi juga dari luar daerah seperti Jakarta dan Gresik.

Harga jual kambing bervariasi mulai Rp3,5 juta hingga Rp4 juta per ekor. Namun menurutnya, kambing dengan harga kisaran Rp3 jutaan paling banyak diminati masyarakat.

“Permintaan dari Jakarta satu dan Kabupaten Gresik satu. Untuk harga memang masih mahal, tapi peminat menjelang Iduladha masih banyak,” katanya.

Untuk menarik minat pembeli, dirinya juga memberikan sejumlah fasilitas tambahan, mulai dari biaya perawatan hingga layanan pengiriman kambing menjelang hari penyembelihan.

Selain itu, sistem pembayaran dibuat fleksibel. Pembeli dapat membayar uang muka terlebih dahulu maupun langsung melunasi sesuai kesepakatan.

Qodam mengungkapkan, sebagian besar kambing yang dijual diperoleh langsung dari petani, sedangkan sisanya dibeli dari pasar hewan.

Ia sengaja tidak mengisi kandang terlalu awal agar tidak terbebani biaya pakan yang tinggi.

“Kalau isi kandang dari awal terlalu lama, rugi di ongkos pakan,” ucapnya.

Setiap hari, dirinya harus mengeluarkan biaya pakan sekitar Rp150 ribu untuk 30 ekor kambing. Pakan yang diberikan berupa polar, ampas tahu, serta tambahan obat-obatan agar ternak tetap sehat.

Meski biaya perawatan cukup tinggi, Qodam tetap mengambil keuntungan minimal Rp300 ribu per ekor karena mempertimbangkan risiko selama masa pemeliharaan.

“Kalau ada apa-apa di kambing, risikonya di kami. Jadi ketika menjelang hari H kambingnya sakit atau apa, kita harus siap ganti,” tandasnya.

Share this article :

0 komentar:

 
Copyright © 2013. infoblora.id - All Rights Reserved