Home » , , , » JELANG KEBERANGKATAN HAJI, JEMAAH BLORA DIIMBAU PERHATIKAN ATURAN KOPER

JELANG KEBERANGKATAN HAJI, JEMAAH BLORA DIIMBAU PERHATIKAN ATURAN KOPER

radiogagakrimangfm.com on 29 Apr 2026 | 10.58


INFOBLORA.ID
- Menjelang keberangkatan ibadah haji tahun 2026, para calon jemaah haji di Kabupaten Blora diimbau untuk memperhatikan ketentuan barang bawaan, khususnya terkait koper yang akan dibawa ke Tanah Suci.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Blora, Ali Muchyidin, menjelaskan saat ini para jemaah telah mulai melakukan berbagai persiapan, termasuk menata barang bawaan di koper.

Menurutnya, pengumpulan koper dijadwalkan dilakukan dua hari sebelum keberangkatan atau H-2, tepatnya pada 4 Mei 2026.

“Calon jemaah haji asal Blora dijadwalkan berangkat ke Tanah Suci pada 6 Mei 2026,” ujarnya.

Ia menjelaskan, lokasi pengumpulan koper dilakukan di dua tempat, yakni di Kantor Haji Blora dan Aula Khoziniah. Setelah proses pengumpulan selesai, pada malam harinya koper akan langsung diberangkatkan menuju embarkasi Donohudan.

Ali menuturkan, koper para jemaah memang harus dikirim lebih awal agar sudah tiba di embarkasi pada H-1 sebelum keberangkatan jemaah.

“Setibanya di embarkasi, koper akan diperiksa secara menyeluruh untuk memastikan tidak ada barang berbahaya sebelum dibawa ke bandara,” katanya.

Setiap jemaah haji, lanjut Ali, telah mendapatkan empat fasilitas perlengkapan bawaan dari pemerintah.

Fasilitas tersebut meliputi satu koper besar dengan kapasitas maksimal 32 kilogram, satu koper tenteng dengan batas maksimal 7 kilogram, satu tas punggung untuk keperluan saat di Arafah, serta satu tas paspor kecil untuk menyimpan dokumen penting.

“Jadi jemaah haji sudah mendapatkan empat fasilitas koper dari negara, dan semuanya sudah berada di rumah masing-masing jemaah,” jelasnya.

Terkait isi koper, Ali menegaskan terdapat sejumlah barang yang dilarang dibawa, khususnya di koper besar.

Barang-barang tersebut antara lain power bank, baterai, cairan dengan volume lebih dari 200 mililiter, serta benda tajam seperti gunting.

“Standarnya sama seperti aturan penerbangan pada umumnya. Barang-barang berbahaya tidak boleh dibawa. Jika ditemukan saat pemeriksaan, akan langsung disita oleh petugas,” tegasnya.

Ia juga menyebutkan bahwa pemeriksaan ulang akan kembali dilakukan di embarkasi Donohudan untuk memastikan seluruh barang bawaan sesuai ketentuan.

Meski sosialisasi telah dilakukan kepada seluruh jemaah, pihaknya mengakui masih ada kemungkinan sebagian jemaah tetap membawa barang-barang yang dilarang.

Sebagai informasi, jumlah calon jemaah haji asal Kabupaten Blora yang akan berangkat ke Tanah Suci tahun ini mencapai 800 orang. Dari jumlah tersebut, sebanyak 796 orang merupakan calon jemaah haji dan empat orang lainnya merupakan petugas haji.

Share this article :

0 komentar:

 
Copyright © 2013. infoblora.id - All Rights Reserved