Home » , , » 79 RIBU RUMAH TAK LAYAK HUNI DI BLORA BELUM TERTANGANI, BUTUH PULUHAN TAHUN UNTUK TUNTAS

79 RIBU RUMAH TAK LAYAK HUNI DI BLORA BELUM TERTANGANI, BUTUH PULUHAN TAHUN UNTUK TUNTAS

radiogagakrimangfm.com on 9 Apr 2026 | 08.11


INFOBLORA.ID
- Dinas Perumahan, Permukiman dan Perhubungan (Dinrumkimhub) Kabupaten Blora mencatat jumlah rumah tidak layak huni (RTLH) di wilayahnya masih cukup tinggi. Hingga saat ini, sebanyak 79 ribu unit RTLH belum tertangani.

Kepala Bidang Perumahan Permukiman Dinrumkimhub Blora, Denny Adhiharta Setiawan, mengungkapkan bahwa angka tersebut merupakan hasil penurunan dari data awal yang bersumber dari Basis Data Terpadu (BDT) tahun 2015.

“Pada awal intervensi tahun 2015, jumlah RTLH sekitar 91 ribu unit. Sekarang sudah turun menjadi 79 ribu unit,” jelasnya.

Selama kurang lebih satu dekade, jumlah RTLH di Blora telah berkurang sekitar 12 ribu unit. Meski demikian, Denny mengakui bahwa penanganan RTLH tidak serta-merta mampu menyelesaikan persoalan secara keseluruhan.

Pasalnya, di luar data tersebut masih terdapat potensi munculnya RTLH baru. Hal ini bisa disebabkan oleh kerusakan rumah yang kembali terjadi maupun pertumbuhan rumah tidak layak huni di masyarakat.

“Data ini lebih sebagai gambaran capaian intervensi. Di lapangan tetap ada kemungkinan RTLH baru muncul,” ujarnya.

Dengan sisa 79 ribu unit RTLH, Denny memperkirakan waktu penanganan akan sangat panjang jika hanya mengandalkan kemampuan anggaran saat ini. Ia menyebut, rata-rata penanganan per tahun berkisar 1.000 unit.

“Kalau kemampuannya sekitar 1.000 unit per tahun, berarti butuh sekitar 79 tahun untuk bisa tuntas,” katanya.

Meski begitu, pihaknya tetap optimistis percepatan penanganan dapat dilakukan apabila ada peningkatan dukungan anggaran, baik dari pemerintah daerah, provinsi, maupun pusat.

“Kalau intervensinya bisa ditingkatkan menjadi 2.000 atau 3.000 unit per tahun, tentu waktu penyelesaiannya bisa jauh lebih cepat,” tambahnya.

Di tengah berbagai kebutuhan pembangunan infrastruktur lainnya, Pemerintah Kabupaten Blora disebut tetap berkomitmen mengalokasikan anggaran untuk penanganan RTLH melalui program bedah atau rehabilitasi rumah.

“Yang penting komitmen tetap ada. Program RTLH ini tidak boleh terlupakan dan harus terus berjalan,” pungkasnya.

Share this article :

0 komentar:

 
Copyright © 2013. infoblora.id - All Rights Reserved