INFOBLORA.ID - Pemerintah Kabupaten Blora melalui Badan Pengelolaan Pendapatan, Keuangan, dan Aset Daerah (BPPKAD) bersiap meluncurkan inovasi digital bertajuk Laskar Blora. Aplikasi ini digadang-gadang menjadi terobosan baru dalam mempromosikan aset milik Pemkab kepada para investor secara lebih modern, cepat, dan transparan.
Kepala BPPKAD Kabupaten Blora, Pitoyo Trusingtyas Sarodjo, mengungkapkan bahwa hingga saat ini masih terdapat sejumlah aset milik pemerintah daerah yang belum termanfaatkan secara optimal.
“Sejauh ini memang ada beberapa aset Pemkab yang masih nganggur. Karena itu kami membuat inovasi agar aset-aset yang belum terpakai ini bisa dimanfaatkan secara maksimal,” jelas Pitoyo.
Menurutnya, peluncuran aplikasi Laskar Blora merupakan langkah strategis untuk menawarkan aset-aset potensial kepada investor yang ingin menanamkan modalnya di Kabupaten Blora. Aplikasi ini sekaligus menjadi sarana promosi digital yang mempermudah akses informasi secara menyeluruh.
Dalam aplikasi tersebut nantinya akan dimuat informasi detail terkait aset-aset milik Pemkab, baik berupa lahan maupun bangunan yang memiliki potensi pengembangan. Tercatat ada 12 aset strategis yang akan ditawarkan, termasuk salah satunya lahan eks Pasar yang dinilai memiliki nilai ekonomis tinggi.
Informasi yang disajikan dalam aplikasi tidak hanya sebatas deskripsi umum. Calon investor dapat melihat data lengkap seperti luas lahan, lokasi, titik koordinat, potensi pemanfaatan, tata ruang, aspek spasial, hingga informasi perizinan.
“Semua informasi akan tersedia secara detail, sehingga calon investor bisa mengetahui potensi aset secara mendalam sebelum mengambil keputusan,” tambah Pitoyo.
Tak hanya sebagai etalase informasi, aplikasi Laskar Blora juga dirancang interaktif. Jika ada calon investor yang berminat, mereka dapat langsung mengajukan peminatan melalui aplikasi tersebut dengan mengisi dan mengirimkan portofolio secara digital.
Dengan sistem ini, proses komunikasi antara investor dan pemerintah daerah diharapkan menjadi lebih cepat, efisien, dan transparan.
Pitoyo menegaskan, aplikasi ini bisa dibilang sebagai ajang promosi resmi aset daerah sekaligus upaya konkret mempermudah investor untuk masuk dan berinvestasi di Blora.
“Kami ingin mempermudah akses investasi. Ini bagian dari strategi agar Blora semakin menarik di mata investor,” pungkasnya.
Melalui inovasi Laskar Blora, Pemkab berharap aset-aset yang selama ini belum termanfaatkan dapat menjadi sumber pertumbuhan ekonomi baru serta mendorong peningkatan pendapatan daerah di masa mendatang.


0 komentar:
Posting Komentar