Home » , , , » BANGUNAN SMPN 1 SAMBONG BLORA RUSAK PARAH, KEMENDIKDASMEN TURUN LANGSUNG TINJAU LOKASI

BANGUNAN SMPN 1 SAMBONG BLORA RUSAK PARAH, KEMENDIKDASMEN TURUN LANGSUNG TINJAU LOKASI

radiogagakrimangfm.com on 3 Feb 2026 | 09.54


INFOBLORA.ID
- Salah satu bangunan Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kecamatan Sambong, Kabupaten Blora, mengalami kerusakan cukup serius. Kondisi tersebut mendapat perhatian langsung dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) dengan melakukan peninjauan lapangan pada Jumat sore (30/1).

Sekolah yang ditinjau merupakan SMPN 1 Sambong, bangunan lama yang telah berdiri sejak tahun 1983 dan menjadi satu-satunya SMP di wilayah Kecamatan Sambong. Kerusakan bangunan dinilai membahayakan keselamatan siswa maupun tenaga pendidik.

Staf Ahli Bidang Manajemen Talenta Kemendikdasmen RI, Mariman Darto, menyampaikan bahwa kerusakan paling parah terjadi pada bagian atap dan plafon yang ambrol, serta sejumlah titik lain yang kondisinya sudah tidak layak.

“Sekolah ini berdiri sejak 1983. Kerusakan terjadi pada atap dan plafon yang ambrol, serta sejumlah titik lain yang dinilai berbahaya bagi keselamatan siswa maupun tenaga pendidik,” ujarnya.

Ia menambahkan, kondisi serupa sangat mungkin terjadi di sekolah-sekolah lain yang usianya sudah cukup tua. Oleh karena itu, diperlukan pemeriksaan menyeluruh terhadap kelayakan dan keamanan gedung pendidikan, tidak hanya di Sambong, tetapi juga di wilayah lain.

Selain perbaikan bangunan, Mariman Darto menegaskan bahwa pemerintah juga memberi perhatian serius pada peningkatan sanitasi sekolah sebagai bagian dari penyediaan fasilitas pendidikan yang sehat dan layak.

“Revitalisasi SMPN 1 Sambong diharapkan dapat segera terwujud agar sekolah menjadi lingkungan belajar yang aman, nyaman, berbudaya, serta mendukung komponen sekolah Adiwiyata,” katanya.

Ia menjelaskan, program revitalisasi sekolah secara nasional mulai dilaksanakan pada tahun ini. Tahap awal mencakup 11.446 sekolah yang saat ini masih menunggu proses penganggaran.

“Setelah proses verifikasi dan validasi selesai, pelaksanaan fisik ditargetkan dimulai Februari hingga Maret 2026 dengan estimasi pengerjaan 90 sampai 100 hari, sehingga pada Juni sudah dapat digunakan,” jelasnya.

Pemerintah juga menyiapkan tahap kedua revitalisasi dengan tambahan sekitar 60 ribu sekolah yang disebut telah mendapatkan persetujuan dari Menteri Keuangan.

“Dengan perkiraan anggaran revitalisasi pada 2026 lebih dari Rp 100 triliun,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala SMPN 1 Sambong, Wiwik Sulistiyowati, mengungkapkan bahwa kerusakan bangunan sekolah sebenarnya telah terjadi sejak beberapa tahun terakhir, namun kondisi terparah terjadi pada 15 Desember 2025, saat atap dan plafon bangunan ambrol.

“Akibatnya, kegiatan belajar mengajar sementara dialihkan ke ruang laboratorium dan ruangan lain yang masih bisa digunakan,” terangnya.

Dengan adanya perhatian langsung dari pemerintah pusat, pihak sekolah berharap proses revitalisasi dapat segera terealisasi demi menjamin keselamatan serta kenyamanan kegiatan belajar mengajar bagi seluruh warga sekolah.

Share this article :

0 komentar:

 
Copyright © 2013. infoblora.id - All Rights Reserved