![]() |
| Dari kiri, Soesilo Toer (adik Pramoedya pengelola PATABA), Arief Rohman Wakil Bupati Blora dan paling kanan Bupati Blora saat menyerahkan Pataba Award di acara haul Pram ke 10. (foto: ar-ib) |
Dukungan
itu Bupati sampaikan saat mengikuti acara Haul Pramoedya Ananta Toer yang ke
10, pada Sabtu (30/4) di Perpustakaan PATABA (Pramoedya Anak Semua Bangsa). Ia
menganggap bahwa Mastoer (ayah Pramoedya) telah berjasa memajukan pendidikan di
Blora dengan mendirikan Sekolah Boedi Oetomo saat zaman penjajahan yang kini
menjadi SMP Negeri 5 Blora.
Sementara
sang anak, Pramoedya Ananta Toer sudah banyak diketahui bahwa ia adalah seorang
sastrawan terkenal di Indonesia bahkan dunia. Banyak karyanya yang disadur dan
diterjemahkan ke berbagai bahasa. Ia tokoh Blora yang mendunia, anak semua
bangsa.
“Saya
setuju jika Jalan Sumbawa dan Jalan Halmahera diubah menjadi Jalan Pramoedya
dan Jalan Mastoer. Selain untuk mengenang jasa dan karya beliau, perubahan nama
jalan nantinya akan memunculkan ciri khas Blora yang kental dengan kehidupan
masa kecil Pramoedya dan keluarganya. Agar tidak hanya wacana, usulan ini akan
segera diproses,” ucap Djoko Nugroho.
Tak
hanya merubah nama jalan, Bupati yang akrab dipanggil Pak Kokok ini juga
menyampaikan keinginannya untuk membuat museum atau bangunan khusus untuk
memamerkan benda, karya, dan pernak-pernik khas Blora buatan masyarakat.
“Bekas
rumah dinas Bupati yang pernah dipakai untuk kantor Bappeda di Jl.Pemuda nanti
akan kita buat untuk tempat pameran karya hasil kreasi masyarakat seperti
handycraft, batik, keris, kermik dan lainnya. Kalau diperbolehkan buku-buku
karya Pramoedya yang ada di Pataba atau buku lainnya bisa dipamerkan juga
disana,” harap Kokok.
Sebagai wujud
perhatian pada keluarga Mastoer yakni ayah kandung Pramoedya Ananta Toer,
Pemerintah Kabupaten Blora juga akan membantu renovasi rumah, Sekolah Insan
Cemerlang yang didirikan oleh Soesilo Toer adik kandung Pramoedya Ananta Toer.
Sementara itu
salah satu budayawan Blora, Gatot Pranoto memaparkan bahwa SMP N 5 Blora di Jalan
Halmahera dahulunya bernama Sekolah Boedi Oetomo yang didirikan oleh Mastoer. Hingga kini di sekolah tersebut juga terdapat
prasasti Mastoer (ayah Pramodeya) sebagai pendiri di depan gedung utama SMP
Negeri 5 Blora.
Diinformasikan
juga, menurut keterangan dari beberapa tokoh masyarakat yang ada disekitar
rumah kecil Pramoedya, di sebelah selatan SMP N 5 Blora yang dulunya bernama
Sekolah Boedi Oetomo terdapat bangunan bernama Sekolah Rakyar (SR) yang
sekarang adalah SDN Jetis 1 Blora.
Selain
Bupati, hadri dalam acara tersebut Wakil Bupati Blora H.Arief Rohman M.Si, Plt
Sekda Blora Sutikno Slamet, Kepala Dindikpora Blora Ahmad Wardoyo, Camat Blora
Kota Kunto Aji, para sejarawan, budayawan dan seluruh penggemar Pramoedya
Ananta Toer dari berbagai kota.
Acara
Peringatan Haul Ke-10 Pramoedya tersebut ditutup dengan penyerahan “Pataba
Award” yang diserahkan Bupati dan Wakil Bupati Blora kepada pemenang Lomba
mengarang tingkat pelajar oleh PATBA. (tio-infoblora)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Kritik dan Saran serta masukan sangat berharga demi akuratnya informasi dalam portal infoblora.id ini.