| Kabid Kebudayaan DPPKKI Blora sedang memperhatikan peneliti Balai Arkeologi Yogyakarta yang sedang menggali temuan benda purbakala di Goa Kidang. (foto: teg-ib) |
Kepala Dinas Perhubungan Pariwisata Kebudayaan Komunikasi dan
Informatika (DPPKKI) Slamet Pamuji melalui Kepala Bidang Kebudayaan Suntoyo pun
mendukung dijadikannya situs Goa Kidang sebagai salah satu kawasan kajian dan
penelitian kehidupan purbakala.
“Dengan ditemukan bukti-bukti
prasejarah di kawasan Goa Kidang, maka kawasan tersebut bisa dibenahi dan
ditata sehingga menarik untuk dikunjungi. Kita akan upayakan agar kawasan ini
bisa dlindungi agar tidak terjamah oleh pihak-pihak yang tak bertanggungjawab,”
jelasnya.
Menurutnya, situs Goa Kidang berada di wilayah Perum Perhutani KPH
Blora. Sehingga perlu koordinasi antara pemerintah kabupaten, dinas terkait
dengan pihak Perhutani untuk pengawasan pelestarian sesuai dengan amanat Undang-Undang
nomor 11 tahun 2010 tentang Cagar Budaya.
“Karena kawasan goa tersebut berada di perbukitan karst hutan jati
milik Perhutani KPH Blora, maka harus ada kerjasama antara Pemkab, DPPKKI
dengan Perhutani agar potensi ini bisa dikembangkan dan dijaga kelestariannya,”
lanjut Suntoyo.
Melalui kerjasama tersebut, bisa dibangun kawasan studi purbakala
di Situs Goa Kidang. Sejumlah fasilitas penunjang dan perbaikan jalan akses
menuju goa bisa dilakukan.
Sekedar diketahui, berdasarkan hasil penelitian yang pernah
dilakukan di tahun-tahun sebelumnya telah ditemukan artefak dari kerang dan
tulang manusia purba sebagai konteks prasejarah. Pada kedalaman sekitar 30 cm
dari permukaan tanah baru ditemukan konteks prasejarah yang mana lapisan
atasnya merupakan lapisan sejarah.
Selain itu diketemukan juga beberapa fragmen tulang dan gigi homo
sapiens. Diduga manusia yang pernah menghuni Goa Kidang memiliki tingkat
kecerdasan yang tinggi. Itu dibuktikan dengan ditemukannya benda-benda yang
digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Namun tidak terdapat di tempat lain,
seperti cangkang kerang untuk peralatan kerja.
Pada hari Senin (25/4) lalu tim peneliti dari Balai Arkeologi
Yogyakarta pun kembali ke Goa Kidang untuk melakukan pemetaan dan pebelitian
kehidupan manusia purba. Dengan didampingi Kabid Kebudayaan DPPKKI Blora,
Suntoyo. (jo-infoblora)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Kritik dan Saran serta masukan sangat berharga demi akuratnya informasi dalam portal infoblora.id ini.