![]() |
| Suminah istri Bakrun saat menunjukkan bagian belakang rumahnya yang menggantung dan terancam longsor. (foto: teg-ib) |
Saat dihubungi Info Blora, Senin (25/4) kemarin, Suminah
istri dari Bakrun mengatakan longsoran sebenarnya sudah terjadi sejak dua bulan
terakhir. Menurutnya longsoran terjadi ketika hujan deras turun. Karena kejadian
itu akibatnya rumah miliknya terpaksa di pindah di sebelah rumah utama.
“Padahal bagian belakang sudah saya pondasi, sudah di
beri paku bumi juga namun masih saja longsor,” kata Suminah.
Menurutnya setelah longsoran terjadi, ia dibantu
pemuda karang taruna desa membuat tanggul sementara dengan memberi tumpukan
karung yang berisikan tanah. Selain itu ia juga menancapkan tiang pancang
menggunakan bambu yang di tancapkan untuk mencegah agar longsoran tidak
melebar.
![]() |
| Agung Triyono petugas BPBD Blora saat melakukan cek lokasi longsor di rumah Bakrun. (foto: ag-ib) |
Suminah menjelaskan saat ini longsoran semakin
melebar. Bahkan rumah bagian belakang juga diberi penyangga dari bambu untuk
mengantisipasi jika ambrol. Selain itu sebagian dinding yang terbuat dari kayu
juga sudah mengantung sebab tanah longsor secara perlahan.
“Kalau waktu hujan saya dan suami tidak berani di
dalam rumah pasti keluar rumah. Takut jika sewaktu-waktu ambrol,” keluhnya.
Suprapti Kepala Desa Sumurboto mengaku sudah berupaya
untuk menanggulangi bencana longsor yang menimpa warganya tersebut.
Bahkan pihaknya juga sudah melaporkan kepada pihak BPBD Kabupaten
Blora.
“Sebelumnya kami sudah lakukan penaganan darurat. Kami
juga sudah melapor pada pihak BPBD Kabupaten dan sudah di cek lokasi longsor,” kata
Suprapti.
Suprapti menjelaskan sedikitnya ada empat rumah yang
terancam longsor. Oleh karena itu pihaknya menghimbau agar para warga
berhati-hati ketika musim hujan datang seperti ini.
“Kami himbau para warga agar berhati-hati sehingga
nantinya ketika ada hujan lebat bisa mengecek kondisi sekitar rumah. Jika ada
yang longsor segera laporkan pada pihak desa agar segera di tindak lanjuti,” terangnya.
Sementara itu Sri Rahayu Kepala Pelaksana Badan
Penanggulangan Bencana Kabupaten Blora melalui petugas BPBD Agung triyono mengatakan
pihaknya sudah meninjau lokasi longsor.
“Kami dapat laporan langsung kami lihat kondisinya. Warga
juga sudah diberikan bantuan berupa sembako. Ia berharap Dinas Pekerjaan Umum
bisa menganggarkan penanganan longsor dengan pembangunan tanggul sungai agar
tidak merembet ke rumah warga,” pungkasnya. (teg-infoblora)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Kritik dan Saran serta masukan sangat berharga demi akuratnya informasi dalam portal infoblora.id ini.