| Setelah panen perdana, petani di Blora terus didorong untuk sesegera mungkin memulai musim tanam kedua agar bisa meningkatkan hasil panen. Sehingga target surplus beras 10 juta ton tercapai. |
Kepala Dinas
Pertanian Perkebunan Peternakan dan Perikanan (Dintanbunakikan) Blora Reni
Miharti, mengungkapkan target luas lahan tanam untuk tahun ini seluas 99.000
hektare. Jumlah ini naik 15 persen dari luasan lahan tahun lalu. Dan memasuki
pekan ketiga bulan Maret, sudah tercapai 95 persen dari target.
”Untuk sasaran tanam
pada Oktober sampai Maret, sebenarnya lebih dari 61.000 hektare. Namun sampai
saat ini baru mencapai 57.000 hektare,” katanya, kemarin.
Ia menyatakan, sisa
target tahun 2015 itu, masuk pada bulan April–September, dengan sasaran luas
tanam lebih dari 37.000 hektare. Agar target terpenuhi, pihaknya mengimbau,
petani melakukan percepatan penanaman.
”Setelah dipanen,
sesegera melakukan pengolahan lahan lagi, agar bisa segera ditanami kembali,”
jelasnya.
Beberapa kecamatan
telah menjadi sasaran luas tanam. Di antaranya, Kecamatan Kedungtuban,
Kradenan, Cepu, dan Kecamatan Blora. Baik yang menggunakan sumur teknis maupun
nonteknis. Bahkan selama ini Kecamatan Kedungtuban, masuk dalam salah satu
wilayah lumbung padi di Blora.
”Luas lahan pertanian
di Blora terdiri dari 46.000 hektare persawahan, dan 25.000 hektare tegalan.
Jadi sebagian wilayah yang areanya sawah menjadi sasaran luas tanam” jelasnya.
Kepala UPTD
Dintanbunakikan Kecamatan Kedungtuban Suparman, mengatakan wilayah Kedungtuban
luas hamparan sawah dan tegalan yang kini aktif digenjot untuk peningkatan
hasil produksi padi, jagung dan kedelai ada 5.797 hektare. Luas ini terbagi
4.672 area persawahan, dan 1.125 tegalan.
”Asumsi dalam satu
tahun lahan yang bisa ditanami mencapai 13.264 hektare, dengan hasil panen padi
mencapai 12.020 ton. Pada prinsipnya, kami siap menyokong produksi pangan
nasional,” jelasnya. (Teg-Koma | Jo-infoblora)

0 komentar:
Posting Komentar