![]() |
| Bupati Blora Djoko Nugroho (batik merah) didampingi Kepala Dintanbunakikan, Camat Bogorejo, Kapolsek dan Danramil mengikuti panen raya padi di Desa Prantaan Kecamatan Bogorejo, kemarin. |
Ketersediaan pangan saat
ini menjadi persoalan penting yang dihadapi sebagian besar Negara di belahan
dunia selain air dan energi karena salah satu factor adanya penambahan jumlah
penduduk. Guna mendukung
kedaulatan pangan di Kabupaten Blora, maka diperlukan dukungan [emerintah
melalui Kegiatan Upaya Khusus ( UPSUS ) padi, jagung dan kedelai.
Kegiatan Upaya Khusus (UPSUS)
padai Tahun 2015 di Kabupaten Blora seluas 99.151 Ha, dengan sasaran areal yang
akan dicapai untuk Kecamatan Bogorejo 2.502 Ha, dan sentra areal padi didesa
Prantaan seluas 149 Ha.
Sasaran kegiatan tersebut adalah tersedianya produksi padi untuk mendukung peningkatan swasembada pangan diwilayah Kabupaten Blora, teradopsinya penerapan spesifik lokasi teknologi padi petani sehingga meningkatan pengetahuan sikap dan ketrampilan (PSK) nya dalam mengelola usaha tani. Selain padi kegiatan UPSUS juga tanaman jagung dan kedele (PAJALE).
Dalam sambutannya, Bupati Djoko Nugroho menjelaskan bahwa ketersediaan pangan ini menjadi sangat penting bagi Kabupaten Blora. untuk itu Pemerintah Daerah bersama Petani dan TNI berusaha menjalin kerjasama dengan Komandan Kodim 0721/Blora pada tanggal 20 Januari 2015 untuk pendampingan penyuluhan.
“Masalah utama usaha untuk mendongkrak kebutuhan pangan diantaranya perbaikan dan pemenuhan sarana irigasi; penyediaan benih unggul; penggunaan pupuk sesuai anjuran yang tepat; penggunaan alat mesin pertanian yang memadai; pengendalian organisme pengganggu tanaman (OPT); serta penguatan penyuluhan secara intensif,” jelasnya.
Diharapkan panen raya padi di desa Prantaan Kecamatan Bogorejo ini dapat memberikan kontribusi terhadap peningkatan produksi padi. Pada tahun 2014 Desa Prantaan Kec. Bogorejo juga mendapat kegiatan SR-PTT padi in hibrida seluas 10 Ha. Tahun 2015 GP PTT padi in hibrida seluas 25 Ha, kedele 15 Ha. Yang pada akhirnya kegiatan tersebut diharapkan bisa mencapai swasembada pangan nasional.
Adapun pada tahun 2015 Desa Prantaan Kec.Bogorejo mendapat kegiatan Optimasi Lahan seluas 20 Ha, dana masuk ke rekening kelompok sebesar Rp. 24 juta, kemudian kelompok mengelola dengan mengajukan RUKK (rencana usaha kegiatan kelompok) untuk pembelian pupuk dan pengolahan tanah.
Alokasi pupuk bersubsidi di wilayah tersebut pada tahun 2015 urea sebanyak 1.539 ton, SP 36 sebanyak 373 ton, NPK sebanyak 1.096 ton, pupuk organik 656 ton. (Jo-infobora)


1 komentar:
Info aja klo di blora & Jepon , sebagian ngawen petani berduka dengan penyakit gulu pedot.
Hasil padfi turun hannya separonya.
Itupun sebagian besar gabuk ato tdk ada isi.
Setelah dipilah hasilnya tinggal 1/4 nya saja.
Tahun 2015 GAGAL PANEN.
Jangan cuma ABS (asal bapak senang).
Tahun menderita.
Jangan buat manipulasi data klo blora akan surplus padi.
Posting Komentar