![]() |
| Banjir genangan kerap merendam Jl.Stasiun Kota wilayah Ngareng Kecamatan Cepu akhir-akhir ini saat hujan deras turun. |
Anton Moedji, Komandan Satgana PMI Cepu menjelaskan
bahwa seringnya banjir genangan di Cepu banyak diakibatkan tersendatnya saluran
air dan pendangkalan sungai. “Saluran air yang tidak berfungsi maksimal,
sementara curah hujan yang turun begitu derasnya. Sehingga otomatis menimbulkan
banjir genangan di jalan raya,” katanya kemarin.
“Seperti hujan deras yang mengguyur wilayah
Kecamatan Cepu pada Jumat (3/4) lalu itu sempat membuat banjir genangan yang
cukup parah di wilayah Jl.Stasiun Kota, Ngareng, Tuk Buntung dan Taman Seribu
Lampu Cepu. Ketinggian air cukup tinggi, sekitar 40 cm. Tidak seperti banjir
genangan sebeumnya,” jelas Anton Moedji.
Akibat genangan air ini, menyebabkan kemacetan cukup parah. Sejumlah sepeda motor berhenti karena mesinnya mati. Begitu juga dengan kendaraan
roda empat, yang sebelumnya parkir di pinggir jalan, akhirnya dipindah ke
tempat yang lebih tinggi agar tidak terendam air.
Satgana PMI Cepu dan Anggota Badan
Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Blora yang datang di lokasi
langsung mengambil tindakan dengan mengatur lalu lintas supaya tidak terjadi
kemacetan. Dengan sistem buka tutup arus lalau lintas dapat dikendalikan, tapi masih
saja ada beberapa masyarakat yang nekat menerobos sehingga sampai di tengah genangan akhirnya mogok.
Anton Moedji mengakui bahwa baru kali ini debit air cukup
cepat bertambah. “Karena
debit air yang semakin meningkat maka kami mengambil inisiatif untuk
mengalihkan jalur, yaitu untuk sepeda, sepeda motor, becak dan bentor kami lewatkan gang di stasiun kota sedangkan
untuk kendaraan roda empat dan kendaraan berat kami arahkan untuk putar balik
melalui Jalan Pemuda dan Jalan Gajah Mada,” jelas Anton.
Ditempat terpisah anggota BPBD Blora Agung Tri
menuturkan, Ngareng sudah menjadi langganan banjir jika Cepu diguyur hujan
lebat minimal 2 jam. “Saya bersama rekan-rekan Satgana PMI Cepu selalu mengambil
inisiatif melakukan assessment jika
terjadi hujan yang tak kunjung reda. Dengan maksud mengurangi
resiko bencana ya minimal bisa membantu warga yang terkena dampak banjir,
pengguna jalan yang akan melintas di jalan-jalan yang tergenang. Saya berharap
pihak terkait seperti Satpol PP dan Ormas lainnya bisa bersinergi jika terjadi
bencana,” pungkas Agung Tri. (rs-infoblora)


1 komentar:
JIKA MEMANG DRAINASE yg mjd penyebabnya, kenapa sistem drainasenya tidak diperbaiki saja? buknkah hal itu jauh lebih baik daripada terjadi kerugian akibat banjir.
Posting Komentar