![]() |
| Jembatan rel kereta double track diatas Bengawan Solo Kecamatan Cepu ini lokasi tewasnya Andika. |
BLORA. Seorang
pelajar meninggal dunia setelah terpeleset dari jembatan rel ganda (double
track) perlintasan kereta api diatas Sungai Bengawan Solo Kecamatan Cepu, Kabupaten Blora, Jawa Tengah,
Jum'at (27/2) lalu. Akibat peristiwa itu korban tak sadarkan diri
karena mengalami luka serius di bagian kepala hingga telinga dan mulutnya
mengeluarkan darah.
Korban bernama Andika Yuda (14), siswa salah satu SMP Negeri di Cepu. Korban terpeleset dari atas jembatan dan jatuh ke bawah saat hujan deras dengan kondisi kepala berada di bawah dan membentur lantai tiang penyangga rel (peler).
Kepala Polsek Cepu, AKP Andi Kadesma, menjelaskan, kejadian bermula saat korban bersama lima orang temannya, hendak pulang ke Jalan Aryo Jipang Kelurahan Balun. “Usai ngopi di salah satu warung dekat jembatan Bengawan Solo,” katanya, Sabtu (28/2) kemarin.
"Kemudian sekitar pukul setengah empat, korban mengajak temannya bermain di atas jembatan rel ganda untuk melihat Bengawan Solo dari atas jembatan," lanjut Andi.
Menurut para saksi, lanjut Andi, korban bersama temannya sempat di teriaki warga sekitar untuk tidak bermain di atas jembatan kerena kondisinya licin. Namun mereka tidak menghiraukan.
"Mereka tetap meniti jembatan dengan pandangan lurus kedepan, dan tidak menyadari jika di depannya terdapat lobang. Akhirnya korban terpeleset dan jatuh ke bawah jembatan," ujar Andi, menjelaskan.
Akibat kejadian itu, dagu korban terbentur tembok di bawah jembatan. Kemudian jatuh lagi dengan posisi kepala di bawah membentur lantai. Melihat hal itu, kemudian teman-temanya dari jembatan bersama warga sekitar menolong korban yang kondisinya sudah tidak sadarkan diri.
Tidak lama berselang, ambulan datang untuk membawa korban ke Rumah Sakit Umum Cepu untuk mendapat pertolongan. Meski sempat mendapat pertolongan, namun pada pukul 20.00 WIB, nyawa korban tidak tertolong lagi.
Dari hasil olah tempat kejadian perkara dan keterangan saksi-saksi, polisi menyimpulkan jika kejadian tersebut murni kecelakaan. "Saya menghimbau kepada masyarakat untuk tidak membiarkan anak-anaknya bermain di perlintasan kereta api. Apapun Kondisinya, karena selain ada larangannya, itu juga berbahaya,” pesan Andi. (ams-SB | Jo-infoblora)


0 komentar:
Posting Komentar