BLORA.Kerusakan
jalan penghubung Kecamatan Kunduran menuju Kecamatan Todanan melalui Gagakan ke
arah Goa Terawang kini semakin parah. Hal itu disebabkan masih tingginya curah
hujan di wilayah tersebut dan kondisi tanah yang labil. Padahal perbaikan ruas
jalan tersebut pada akhir 2014 lalu baru saja selesai dikerjakan, kini sudah
banyak lubang baru yang digenangi air.
Aryadi (22), warga Desa
Ketileng Kecamatan Todanan yang sering melewati jalan tersebut mengeluhkan
rusaknya jalan akses menuju Pabrik Gula (PG) Blora itu. “Rusaknya semakin parah
mas, kini muncul kubangan kubangan air saat turun hujan sehingga kedalaman
lubang tidak terlihat. Terutama pengendara motor harus ekstra hati-hati karena
jika terperosok bisa jatuh,” ungkapnya, kemarin.
Sementara itu, Suwarti
(32) warga Desa Tinapan Kecamatan Todanan juga mengeluhkan hal yang sama. “Jalan
ini sekarang rusaknya parah, terlebih banyak kendaraan berat milik PT.Gendhis
Multi Manis (GMM) yang lalu-lalang serta buruknya drainase. Ketinggian badan
jalan lebih tinggi bahu jalan sehingga air hujan tidak bisa mengalir ke tepi
jalan, melainkan menggenang di tengah jalan dan mempercepat kerusakan,”
jelasnya.
Sedangkan Marwoto, mengemukakan
bahwa dirinya selalu ekstra hati-hati saat lewat membawa dagangan. “Sebagian
kecil memang sudah dicor beton, tapi yang lainnya aspal jalan pada bodol, remuk
berlobang seperti kolam jadi harus hati-hati,” tandas Marwoto, pedagang
konfeksi di Pasar Todanan.
Dihubungi
terpisah, Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Pekarjaan Umum (DPU) Kabupaten
Blora H. Bondan Sukarno menjelaskan, kerusakan jalan hanya pada titik-titik
tertentu yang berupa aspal, sedangkan kondisi sebagian jalan menurutnya masih
cukup bagus. Pemkab, lanjut Bondan, tahun 2015 ini menganggarkan Rp 8,9 miliar
untuk melanjutkan proyek perbaikan sebelumnya. “Pemkab Blora beberapa tahun ini
melakukan perbaikan cor beton (rigid pavement), dan hotmix secara bertahap.
Proyek pengerjaannya kemungkinan dimulai Juni,” pungkas. (rs-infoblora)

3 komentar:
Apa gak ada program CSR dari GMM..
Apa gak ada program CSR dari GMM..
anggaranya kebanyakn di korupsi.
Posting Komentar