| Tangga utama menuju mulut Goa Terawang sudah hancur dan tak terawat. Fasilitas lain di kawasan wisata ini juga mengalami kerusakan. |
BLORA. Banyaknya aset wisata
alam di kawasan hutan jati milik Perhutani di Kabupaten Blora kini keadaannya
cukup memprihatinkan. Misalnya saja kawasan wana wisata Goa Terawang yang
berada di Desa Kedungwungu Kecamatan Todanan keadaannya semakin merana akibat
minim perawatan dari pihak Perhutani sebagai pengelola.
Berdasarkan tinjauan lapangan yang dilakukan tim info Blora kemarin,
tampak beberapa fasilitas penunjang kawasan Goa Terawang dalam kondisi rusak.
Jalan di kawasan wisata tersebut untuk menuju mulut goa tertutup rerimbunan
rumput liar. Sedangkan jalan di dalam goa hanya tersusun dari bebatuan yang
licin terlebih saat musim hujan seperti ini. Karena air hujan mengalir ke dalam
goa sehingga membahayakan pengunjung. Begitu juga kondisi tangga untuk turun
menuju goa juga banyak yang sudah bodol.
Arena bermain anak anak seperti plorotan, bandulan, gazebo dan
fasilitas toilet juga tampak tak terawat. Banyak kayu yang sudah patah dan
besi-besi berkarat.
Sri Watini (29), warga Desa Ketileng Kecamatan Todanan yang setiap
harinya melewati kawasan goa tersebut mengungkapkan bahwa kondisi kerusakan
tersebut sudah bertahun-tahun terjadi. “Kerusakan fasilitas penunjang di Goa
Terawang memang sudah terjadi bertahun-tahun. Hingga sekarang belum ada
tanda-tanda akan diperbaiki. Pengunjung goa pun semakin berkurang karena
rusaknya beberapa fasilitas penunjang itu,” paparnya.
![]() |
| Suasana di dalam Goa Terawang, jalan licin hanya tersusun dari bebatuan dan tanah liat yang basah teraliri air hujan. |
Hal yang sama juga diungkapkan Sugeng (22) warga sekitar yang sering
melakukan kegiatan di Goa Terawang. “Belum lama ini pos penjaga goa juga roboh
mas, akibat tertimpa pohon jati. Sampai saat ini juga belum diperbaiki.
Sehingga penjaga goa membuat tenda darurat. Warga sekitar berharap Perhutani
bisa segera melakukan perbaikan fasilitas penunjang di wana wisata yang menjadi
daya tarik di Kabupaten Blora ini,” jelasnya.
Sekedar diketahui, kawasan Goa Terawang merupakan salah satu wisata
alam andalan milik Perhutani KPH Blora yang memiliki luas 13 hektare. Terletak
di kawasan hutan RPH Kedungwungu, BKPH Kalonan, KPH Blora. Selain Goa Terawang
sebagai goa utama, ada juga goa goa kecil lainnya seperti Goa Manuk, Goa Bebek,
Goa Macan, Goa Kidang dan lainnya.
Goa ini ramai dikunjungi wisatawan saat musim liburan tiba terutama
libur lebaran. Karena pihak desa sekitar setiap tahun menggelar event Syawalan
dengan mengadakan pentas musik dangdut. Namun pada hari-hari biasa sepi
pengunjung, hanya ada beberapa muda mudi atau penghobi fotografi yang sering
berkunjung untuk mengabadikan keindahan dalam goa.
“Masyarakat berharap pihak Perhutani bisa lebih memperhatikan aset
wisata yang berada di wilayahnya. Apalagi ini merupakan wisata andalan di
Kabupaten Blora. Perlu adanya sinergi antara Perhutani dengan Dinas Pariwisata
Blora,” harap Sugeng. (Tio-infoblora)


0 komentar:
Posting Komentar