![]() |
Bupati Djoko Nugroho menyampaikan materi sosialisasi KSO Lapangan Migas Banyubang di Balaidesa Prantaan Bogorejo. |
BLORA. PT. Pertamina EP dan PT. Banyubang
melakukan sosialisasi kegiatan Kerjasama Operasi (KSO) lapangan minyak dan gas (migas) Banyubang.
Sosialisasi yang dihadiri Bupati Blora Djoko Nugroho, para Kepala Dinas,
Muspika Kec. Bogorejo, Jepon dan Jiken, tokoh agama, masyarakat dan kepemudaan
setempat, diselenggarakan di Pendopo Kantor Kepala Desa Prantaan Kec. Bogorejo,
Rabu (10/9) lalu.
Bupati Djoko Nugroho mengatakan
tahun ini di Blora ada 2 Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) masuk di Blora, yakni
PPGJ Gundih dan Alas Dara Kemuning. Sebelumnya ada 3 KSO yakni, Blok Cepu,
Foster dan PT. Banyubang Blora energi. Pemkab Blora akan terus mengupayakan
agar prospek migas di Blora bisa dimaksimalkan.
“Semoga KSO antara PT. Pertamina EP
dan PT. Banyubang untuk mengelola lapangan Banyubang bisa berhasil sehingga
bisa membawa kemajuan bagi Kabupaten Blora,” harapnya.
General Manager PT. Banyubang Blora
Energi, Muhammad Damsuki menuturkan operasi lapangan Banyubang merupakan
satu-satunya KSO BUMD. Sedangkan usulan mengelola lapangan Banyubang oleh
Bupati Blora kepada Direktur Pertamina telah dilakukan 3 tahun lalu. Pada
tanggal 20 Desember 2013 Surat Ijin dari PT. Pertamina EP keluar.
“Saat ini kami sosialisasikan
kepada masyarakat agar operasi lapangan Banyubang bisa segera terealisasi,”
tuturnya.
Sosialisasi KSO pengelolaan
lapangan Banyubang kali ini, lanjutnya merupakan yang kedua kalinya setelah
sosialisasi di pendopo rumah dinas Bupati Blora (16/7) lalu. Tujuannya agar dikenal,
diketahui apa yang dilakukan PT. Banyubang Blora Energi disini.
Lebihlanjut, dirinya menuturkan
wilayah yang akan dioperasikan seluas 36 kilometer persegi meliputi 3
kecamatan, yaitu Bogorejo, Jiken dan Jepon. Jumlah sumur yang akan dioperasikan
tahun ini sebanyak 2 sumur yang ada di desa Prantakan, dimana sekitar akhir
oktober diperkirakan baru bisa produksi. (DPPKKI Blora | Jo-infoblora)
0 komentar:
Posting Komentar