Home » , » Mogok Kerja, Ratusan Buruh Migas Gelar Demo di Kantor Pertamina EP Cepu

Mogok Kerja, Ratusan Buruh Migas Gelar Demo di Kantor Pertamina EP Cepu

infoblora.id on 19 Sep 2014 | 18.00

Ratusan buruh pekerja migas gelar demo di depan kantor Pertamina EP Cepu, Kamis (18/9) kemarin. (Jo-infoblora)
BLORA. Sekitar 200 buruh pekerja Pertamina yang tergabung dalam Konfederasi Aliansi Serikat Buruh Indonesia (KASBI) Cepu, Kabupaten Blora, melakukan aksi mogok kerja di depan Kantor Pertamina Asset 4 Field Cepu di Kecamatan Cepu, Kamis (18/9) kemarin. Mereka menolak Surat Keputusan General Manajer Pertamina (SK GM) Nomor 002 Tahun 2014, yang dianggap merugikan kaum buruh.

Sebab dalam SK GM itu banyak hak normatif para buruh yang hilang jika sistim kontrak tetap dilaksanakan pada tahun 2014, seperti hak untuk cuti.

"Karena meskipun mendapatkan cuti, mereka tidak mungkin berani mengambilnya," kata Agung Pudjo Susilo Katua KASBI Cepu di sela-sela aksi.

Alasannya, kata dia, dengan pengambilan cuti itu gaji para buruh akan dipotong sebagai ganti cuti yang diambil. Besaran potongan gaji itu senilai Rp145.000 per hari.

"Baik mereka sakit atau mengambil cuti yang diperbolehkan perusahaan. Ini sangat merugikan buruh," tegas Agung.

Dalam aksinya ada beberapa tuntutan yang diusung KASBI. Yakni selain menolak SK GM Pertamina, juga menentang keberadaan Kerja Sama Operasi (KSO) Geo Cepu Indonesia dalam pengelolaan sumur minyak tua. Kemudian, meminta kejelasan atas asuransi BPJS yang terputus.

“Kami akan mengawal hasil  rapat dengar pendapat umum DPR RI KOMISI IX beberapa waktu lalu tentang penghapusan outsourcing dan pengangkatan sebagai pegawai tetap tanpa syarat,” tandas Agung.

Usai melakukan orasi, para perwakilan dipersilahkan masuk untuk melakukan negosiasi dan diterima langsung Manajemen Pertamina Field Cepu. Namun negosiasi yang dilakukan selama dua jam lebih tidak banyak membuahkan hasil.

KASBI Cepu pun mengancam akan melakukan aksi dengan mendatangkan masa yang lebih besar jika tuntutan dari para buruh tidak dituruti. "Kami akan menghentikan produksi (Produksi stag) sampai tuntutan kami dipenuhi," ancam Agung yang didukung teriakan massa.

Dikonfirmasi terpisah, Humas Pertamina EP Asset 4 Field Cepu, Aulia Arbiani, menyatakan, pihaknya tidak bisa memberi keputusan. "Hasil diskusi ini nanti akan kami sampaikan pada menejemen," katanya.

Ditanya jika dalam kurun waktu yang ditentukan belum ada keputusan dan buruh mengancam akan melakukan produksi stag, Aulia mengatakan, itu adalah hak mereka untuk menyuarakan tuntutan. (ams-suarabanyuurip | Jo-infoblora)
Share this article :

0 komentar:

 
Copyright © 2013. infoblora.id - All Rights Reserved