BLORA. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blora
melalui Dinas Pertanian Perkebunan Peternakan dan Perikanan (Dintanbunnakikan),
menjamin hewan yang akan disembelih pada Hari Raya Kurban 2014 ( IDUL ADHA 1435
H ) dijamin aman dari penyakit.
Kepala Dintanbunakikan Kabupaten Blora Ir. Hj. Reni Miharti, di Blora, Minggu (14/9), mengungkapkan guna menjamin keamanan hewan kurban, pihaknya melakukan pemantauan dan pemeriksaan pada pengepul hewan kurban. Di antaranya di sejumlah desa dan pasar hewan Blora.
Dinyatakan hewan kurban baik sapi atau kambing aman dan terbebas dari penyakit.
"Meski waktunya lebih kurang masih tiga pekan, kami antisipasi sejak awal,
bersama tim, dan melibatkan dokter hewan, secara intensif melakukan
pemantauandan pemeriksaan pada pengepul hewan kurban dan milik pedagang di
pasar hewan, " katanya.
Pemantauan dan pemeriksaan kesehatan hewan untuk korban, kata dia, akan terus
dilakukan, terutama di daerah perbatasan provinsi Jawa Tengah dan Jawa Timur,
yaitu Kecamatan Cepu dan sekitarnya.
Dijelaskannya, Dintanbunnakikan menjamin hewan untuk kurban aman dikonsumsi,
hal itu dikarenakan para peternak di Blora melaksanakan petunjuk yang diimbau
oleh petugas kesehatan hewan, diantaranya menjaga kebersihan kandang dengan
menyemprotkan desinfektan, memberikan vitamin dan memberikan pakan sesuai
aturan pemeliharaan ternak.
"Meskipun pada saat musim penghujan berpotensi memunculkan penyakit pada
hewan, tetapi karena kewaspadaan dan peran aktif yang dilakukan oleh peternak,
kami berani menjamin bahwa hewan untuk korban di Blora, aman dari
penyakit," katanya.
Menurutnya, Blora tidak akan kekurangan hewan korban karena jumlah populasi
ternak sapi mencapai lebih 200 ribu ekor, sedangkan hewan ternak kambing
mencapai lebih 500 ribu ekor. Hewan ternak tersebut dipantau khusus oleh
petugas kesehatan hewan setempat
Harga Merangkak Naik
Sementara
itu salah seorang pedagang hewan di Pasar Pon Blora, Supardi (43), kemarin,
mengatakan, jaminan keamanan kesehatan hewan kurban yang dilakukan oleh Dintanbunnakikan
Blora mengiringi kenaikan harga hewan kurban pada Idul Adha 1435 Hijriyah.
"Pasti naik, kami tawarkan mulai naik dari pekan sebelumnya, sebab selain mendekati Hari Raya Idul Adha, juga ada jaminan keamanan kesehatan pada hewan yang akan disembelih untuk kurban," katanya.
Kenaikan harga tersebut, kata dia, merupakan hal yang biasa menjelang Hari Raya Idhul Adha, yaitu harga untuk kambing lokal yang sudah tanggal giginya (poel) ukuran sedang dijual dari harga Rp 1 juta menjadi Rp 1,5 juta.
"Jika menghendaki harga kambing kurban yang lebih besar seperti PE, ditawarkan dengan harga bervariasi, di antaranya untuk kambing besar seperti peranakan etawa yang sudah memenuhi syarat sebagai hewa kurban, dijual dengan harga lebih dari Rp2 juta hingga Rp 4 juta per ekor," katanya.
Harga sapi kurban hingga saat ini, kata dia, di jual antara Rp 8 juta hingga Rp 17 juta dan diperkirakan akan terus naik mendekati Hari Raya Idhul Adha. “Ada yang kami jual per kilogram, tergantung bobot hewan kurban,” pungkasnya.
Usaha ternak sapi oleh masyarakat Blora tidak lagi dijadikan kegiatan sambilan, tetapi sudah merupakan budaya. Oleh pemerintah provinsi, Kabupaten Blora bahkan telah ditetapkan sebagai sumber bibit sapi potong unggul lokal peranakan ongole (PO) untuk Jawa Tengah.(Tg-DPPKKI Blora | Jo-infoblora)
0 komentar:
Posting Komentar