![]() |
| Salah satu kios di Blok T (Pusat Jajanan dan Oleh-oleh) yang telah dibangun pada tahap pertama menyediakan kaos dan berbagai kerajinan tangan khas Blora |
"Nanti bisa jadi Rp 1,7 miliar atau Rp 1,8 miliar," ungkap salah satu anggota Banggar DPRD Blora, Sutrisno, kemarin (11/3/2014).
Penambahan itu, lanjut Sutrisno untuk melanjutkan pembangunan kawasan Blok T (Pusat Jajanan dan Oleh-oleh Khas Blora) yang akan mempercantik penampilan Kota. Setelah anggota Komisi B melakukan sidak di Blok T beberapa waktu lalu, kawasan di depan stasiun lama ini memang perlu dikembangkan lagi sehingga bisa maksimal.
Jika dalam pembangunan tahap pertama tahun lalu dianggarkan Rp 1,8 miliar bisa menyulap kawasan yang kumuh menjadi bersih dan rapi, maka dengan adanya penambahan anggaran itu diharapkan bisa lebih mempercantik kawasan pengembangan ekonomi UMKM yang berada di pusat kota tersebut. "Pembangunannya bertahap. Dengan tambahan ini kami berharap kawasan ini bisa semakin bagus," ungkapnya.
Anggota Dewan dari Kunduran itu mengharapkan anggaran tambahan tersebut bisa digunakan sebaik mungkin. Sedangkan untuk tahun depan anggarannya akan diberikan untuk penyempurnaan lahan. Sebab dari maket rencana pembangunan yang ditunjukkan, kawasan itu diharapkan menjadi pusat keramaian baru yang bisa meningkatkan perekonomian warga. "Karena itu nanti kios atau toko jangan dihargai mahal-mahal agar pengusaha kecil UMKM bisa masuk," pintanya.
Terpisah, Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan UMKM (Disperindagkop - UMKM) Blora, Maskur mengatakan saat ini lahan yang dulunya kumuh itu berubah menjadi bersih dan lahan dipaving serta didirikan pertokoan atau kios untuk aneka kerajinan, jajanan dan oleh-oleh khas Blora.
Rencananya tahun ini pembangunan tahap kedua akan dilakukan di sisi utara. Sebab yang sudah dibangun di sisi sebelah barat. Untuk rencana ini, maka kemarin sisi utara belum dipaving dengan harapan akan dibangun kios-kios lagi. "Selain kios, kami juga akan merencanakan membangun selter untuk jualan makanan ringan, kopi dan cemilan lainnya," terang Maskur. Selain itu juga akan dibangun selter untuk ruang tunggu penumpang bus yang beristirahat di kawasan Blok T.
Menurutnya membangun kawasan yang sudah puluhan tahun umuh itu memang memerlukan dana banyak. Meskipun tidak bisa serentak, maka pembangunan itu dilakukan secara bertahap. "Semula kami mengajukan ke Pusat dan dijanjikan dana miliaran. Namun sampai sekarang belum ada kabarnya. Daripada nganggur lagi maka kita bangun dengan dana sendiri secara bertahap," ungkap Maskur.
Untuk membenahi semua, menurut Maskur dibutuhkan dana sekitar Rp 2,7 miliar lagi. Jika tahun ini disetujui Rp 1,7 miliar, maka tahun depan bisa dianggarkan kekurangannya. Jika menggandeng investor pihak swasta ia khawatir harga sewa kios nanti akan mahal. Padahal kios disediakan untuk pengusaha kecil dan industri rumah tangga.
"Itu yang menjadi perhatian kami. Ini upaya Pemkab untuk memberi wadah dan pengembangan industri kecil, bukan semata-mata untuk mencari pendapatan dari sana," pungkasnya. (rs-infoblora | ono)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Kritik dan Saran serta masukan sangat berharga demi akuratnya informasi dalam portal infoblora.id ini.