Home » , , » Enam Desa Termiskin ini Akan Dijadikan Sasaran Pembangunan

Enam Desa Termiskin ini Akan Dijadikan Sasaran Pembangunan

infoblora.id on 9 Agu 2018 | 10.44

Ketua TKPKD Blora H.Arief Rohman M.Si memaparkan enam desa termiskin yang akan dijadikan sasaran pengentasan kemiskinan. (foto : dok-ib)
BLORA. Tekad Pemerintah Kabupaten Blora untuk terus mengurangi angka kemiskinan di tahun 2018 ini salah satunya diwujudkan dengan memetakan desa termiskin. 

Wakil Bupati H.Arief Rohman M.Si selaku Ketua Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan Daerah (TKPKD) dalam rakor Penanggulangan Kemiskinan Kabupaten Blora 2018, Rabu (8/8/2018) menyampaikan ada enam desa termiskin yang nantinya akan dijadikan sasaran pembangunan oleh berbagai stakeholder.

“Tahun ini TKPKD menetapkan 6 desa termiskin di Kabupaten Blora untuk dijadikan sasaran pengentasan kemiskinan. Pasalnya pengentasan kemiskinan harus ada intervensi dari Pemerintah Kabupaten, tidak hanya pihak desa saja,” ucapnya.

Enam desa termiskin yang sudah dipetakan berdasarkan data BPS, menurutnya yaitu Desa Sumber, Desa Mendenrejo, Desa Getas (Kecamatan Kradenan), Desa Pilang (Kecamatan Randublatung), Desa Sidomulyo (Kecamatan Banjarejo) dan Desa Ketileng (Kecamatan Todanan).

Bupati Djoko Nugroho pun langsung meminta seluruh OPD bisa merencanakan kegiatan pengentasan kemiskinan di enam desa tersebut. Baik dari segi pemberdayaan masyarakatnya agar mandiri dalam hal ekonomi, maupun pendidikan, kesehatan dan infrastruktur.

“Coba nanti desa termiskin kita keroyok bersama. Identifikasi satu-satu permasalahan yang ada di desa itu. Misal jalan desa yang belum terbangun karena tak tercover dana desa, diambil alih kabupaten saja. Dana desa harus dianggarkan minimal sepuluh persen untuk pemberdayaan masyarakat,” tegas Bupati.

Khusus di bidang kesehatan, Bupati yang akrab disapa Pak Kokok ini meminta Dinas Kesehatan agar memprioritaskan pembangunan seluruh Puskesmas yang ada di Kecamatan dan daerah pinggiran. “Blora dan Cepu ditinggal saja, karena sudah ada rumah sakitnya,” ungkap Bupati.

Sementara itu, untuk pembangunan atau rehap Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) dari Dinas Perumahan Permukiman dan Perhubungan (Dinrumkimhub) tahun depan bisa diarahkan ke desa miskin yang telah dipetakan.

(berita sebelumnya : - klik Tekan Kemiskinan Hingga 9 Persen, Ini Instruksi Bupati Blora)

Kepala Advokasi Daerah Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K) Republik Indonesia, Dr. Muhammad Arif Tasrif yang hadir dalam rakor, mengapresiasi upaya Pemkab Blora dalam menekan angka kemiskinan.

“Saya salut dengan komitmen Pak Bupati dalam menekan kemiskinan di Blora. Tidak ada satu pun kepala daerah yang boleh mengklaim keberhasilan pemerintahannya jika kemiskinannya belum bisa diturunkan. Kami dari TNP2K yang berkedudukan di Jakarta siap membantu Blora untuk menekan kemiskinan ini. Apalagi Ketua TKPKD Blora, Pak Wabup H.Arief Rohman M.Si ini merupakan teman lama saat di Kementerian Pembangunan Daerah Tertinggal. Sehingga berharap ada komunikasi yang intens untuk penanggulangan kemiskinan ini antara daerah dengan TNP2K,” kata Dr. Muhammad Arif Tasrif. (res-ib)
Share this article :

2 komentar:

Unknown mengatakan...

Min, itu Desa Sumber yg ada pabrik Gasnya ya ...

Unknown mengatakan...

Sungguh miris ada sumber gas tp desanya masih tergolong desa termiskin..itu menandakan kl hasil dr sumber bkn untuk rakyat ttp buat para pemilik kapital..


 
Copyright © 2013. infoblora.id - All Rights Reserved