![]() |
| Belasan motor bergantian menyeberang sungai dengan menggunakan perahu seadanya tanpa alat pelindung diri di Desa Medalem Kecamatan Kradenan, Blora, Selasa (31/5) kemarin. (foto: fai-infoblora) |
Seperti yang terjadi pada hari Selasa
(31/5) kemarin, puluhan motor bergantian mengantri untuk melakukan penyebrangan
tanpa disediakan alat pelindung diri berupa pelampung atau sejenisnya. Mereka
nekad karena penyebrangan tersebut merupakan satu-satunya akses terdekat untuk
menyebrang Bengawan Solo.
Masyarakat setempat menginginkan agar
pemerintah bisa sesegera mungkin melaksanakan pembangunan jembatan yang sudah
lama diwacanakan. “Kabarnya kemarin sudah diusulkan Bupati ke Kementerian PU.
Semoga bisa disetujui usulan jembatan Bengawan Solo dan bisa segera dibangun,”
ucap Andi, salah satu warga Mendenrejo Kecamatan Kradenan.
Menurutnya jika tahun ini sudah
diajukan, maka dirinya berharap tahun 2017 nanti pembangunan konstruksi
fisiknya bisa segera dimulai. “Apalagi bulan kemarin staf khusus Wakil Presiden
bersama Wakil Bupati Blora dan Mas Heru arsitek pemenang Andai Aku Walikota Bandung datang langsung melihat kondisi riil di lapangan bagaimana
keadaan penyebrangan Bengawan Solo tepat di Desa Medalem. Kami sudah lama
merindukan adanya jembatan disini karena jika itu benar-benar dibangun maka
akan membawa manfaat yang besar untuk kemajuan Blora Selatan,” jelas Andi.
![]() |
| Staf Khusus Wapres dan Wabup saat meninjau penyebrangan Bengawan Solo bulan lalu diharap bisa mempercepat pembangunan jembatan. (foto: ra-infoblora) |
“Kalau harus memutar lewat jembatan yang
ada di Cepu itu cukup jauh dan memakan biaya transport. Jika ada jembatan
disini maka akan lebih murah dan lebih lancar distribusi hasil pertaniannya.
Sehingga perekonomian Blora Selatan bisa cepat berkembang,” lanjutnya.
Perlu diketahui, gagasan pembangunan
jembatan penghubung Kradenan (Blora) menuju Ngraho (Bojonegoro) sebenarnya
sudah lama muncul. Bupati Bojonegoro Suyoto saat berkunjung ke Blora Februari
silam juga menyatakan dukungannya agar jembatan tersebut bisa dibangun. Pemkab
Blora dan Bojonegoro pun sepakat dan telah mengirimkan surat pengajuan
pembangunan jembatan ke Kementerian PU.
Dukungan dari Gubernur Jawa Timur
Sukarwo dan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo juga ada. Diperkuat dengan silahturahmi dengan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat
M.Basuki Hadimuljono pertengahan April lalu di Jakarta. Hal itu membuat warga
Kradenan dan sekitar optimis pembangunan jembatan bisa dilakukan segera.
Senada dengan Andi, Guruh (27) warga
Kradenan lainnya juga berharap agar pembangunan jembatan bisa dilakukan tahun
2017 mendatang. “Jika jembatan dibangun, maka jalan Randublatung-Kradenan akan
semakin ramai dan perlu ditingkatkan dari jalan kabupaten menjadi jalan
provinsi,” pintanya. (rs-infoblora)



0 komentar:
Posting Komentar