![]() |
| Alat berat menggali tanah yang menutupi dasar pondasi Jembatan KB karena sebelumnya diguyur hujan deras. (foto: rs-infoblora) |
Pembangunan Jembatan KB yang mulai dikerjakan sejak bulan April
lalu itu hingga kini masih dalam tahap penyelesaian tiang pancang. Molor
disebabkan oleh derasnya aliran Sungai Lusi yang kerap naik ketika hujan deras
turun.
“Tiang pancang jembatan bagian utara dari SMPN 2 Blora sudah
berdiri, namun saat membangun bagian selatan sungai terganggu banjir Sungai
Lusi. Seperti hujan deras kemarin mengakibatkan galian pondasi di sebelah
selatan sungai tenggelam sehingga pagi ini (tadi-red) tidak bisa dilanjutkan
pekerjaannya karena masih terendam air,” ungkap Agus salah satu pekerja.
![]() |
| Tiang pancang Jembatan KB bagian dasarnya masih terendam air bah setelah diguyur hujan deras. Pekerjaan belum bisa dilanjutkan. (foto: rs-infoblora) |
“Kita gali lagi pakai excavator agar bisa melanjutkan pembangunan
ke atas dengan menyedot dahulu air yang menggenangi dasar pondasi,” lanjutnya.
Agar pembangunan terus berjalan, pekerja pun memilih mengerjakan
tiang pancang paling selatan yang letaknya lebih tinggi dari permukaan air
Sungai Lusi. “Kita target November sudah selesai, sehingga harus terus
dikerjakan meskipun cuaca cukup mengganggu,” pungkasnya.
Perlu diketahui Jembatan KB tersebut dibangun dengan dana dari
APBD Blora 2016 sebesar Rp 4,69 miliar. Jembatan akan dibangun sepanjang 66
meter dengan lebar 4,5 meter menyerupai Jembatan Kaliwangan, hanya saja pada
ujung jembatan akan dibangun trotoar sepanjang 6 meter.
Terpisah, Plt Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kabupaten Blora Bondan
Sukarno mengatakan bahwa dibangunnya Jembatan KB untuk menambah akses jembatan
Sungai Lusi yang ada di wilayah Kota Blora.
“Selama ini arus lalu-lintas di Kota Blora dari selatan ke utara
dan sebaliknya terpusat di Jembatan Kaliwangan dan Pakis. Dengan Jembatan KB
ini diharapkan bisa mengurai kepadatan arus lalu-lintas. Disamping itu akses
Kelurahan Beran menuju Kota menjadi lebih dekat sehingga diharapkan
perekonomian warga setempat bisa berkembang lebih cepat,” ungkapnya.
Diketahui bersama, pembangunan jembatan tembus Kedungjenar-Beran
(KB) memang sudah lama menjadi wacana. Kini baru bisa direalisasikan dan
disetujui oleh warga dari kedua belah wilayah, baik Kedungjenar maupun Beran.
(rs-infoblora)



0 komentar:
Posting Komentar