| Kabid Kebudayaan DPPKKI Blora, Suntoyo saat mengamati pemetaan situs Goa Kidang oleh peneliti Balai Arkeologi Yogyakarta, akhir April lalu. (foto: teg-ib) |
Tidak hanya Balai Arkeologi Yogyakarta
saja, namun Pemkab Blora melalui Dinas Perhubungan Pariwisata Kebudayaan
Komunikasi dan Informatika (DPPKKI) dan Badan Kepurbakalaan Jawa Tengah juga
berminat menjadikan goa Kidang sebagai kawasan Geo Park. Salah satu alasannya
karena goa tersebut satu-satunya hunian manusia purba yang ditemukan di kawasan
pegunungan kapur (karst).
Menyikapi hal itu, Wakil Bupati Blora
H.Arief Rohman M.Si langsung berkeinginan untuk mempertemukan beberapa pihak
yang berkepentingan tersebut untuk duduk bersama membahas konsep pembentukan
kawasan geopark Goa Kidang.
“Wacana ini bagus, namun perlu dikaji
lebih dalam untuk menyatukan persepsi dan tujuan pendirian geopark dari
masing-masing pihak yang bersangkutan. Perlu menyatukan visi dan tujuan agar kedepan
pendirian geopark bisa terkonsep dengan baik. Bisa nanti dikerjasamakan antara
Pemkab, Balai Arkeologi Yogyakarta dan Badan Kepurbakalaan Jateng,” ucap
H.Arief Rohman M.Si saat dihubungi Info Blora.
Selain itu mengingat lokasi Goa Kidang
berada di lahan milik Perhutani KPH Blora, maka rencana pendirian kawasan
geopark juga harus melibatkan pihak Perhutani. “Saya sudah menghubungi Pak
Suntoyo Kabid Kebudayaan DPPKKI Blora untuk menjadwalkan pertemuan dengan beberapa
pihak yang berkepentingan tersebut. Secepatnya nanti akan kita bahas bersama.
Jangan sampai potensi ini terbengkalai seperti potensi wisata lainnya,”
lanjutnya.
Kedepan pihaknya juga akan melakukan penataan ulang pengelolan potensi pariwisata di Kabupaten Blora yang saat ini bisa dibilang mati suri.
Kedepan pihaknya juga akan melakukan penataan ulang pengelolan potensi pariwisata di Kabupaten Blora yang saat ini bisa dibilang mati suri.
Sekedar mengingatkan, pada minggu
terakhir bulan April kemarin tim peneliti dari balai Arkeologi Yogyakarta
kembali mendatangi situs Goa Kidang di Desa Tinapan Kecamatan Todanan untuk
melakukan pemetaan kawasan guna perlindungan situs kepurbakalaan tersebut.
(rs-infoblora)

0 komentar:
Posting Komentar