| Peneliti dari Balai Arkeologi Yogyakarta sedang melakukan pemetaan dan penilitian situs Goa Kidang Desa Tinapan Kecamatan Todanan, Senin (25/4) kemarin. (foto: teg-ib) |
BLORA. Sejak tahun 2005 Goa Kidang yang ada di pegunungan karst Desa
Tinapan Kecamatan Todanan, Blora dijadikan lokasi penelitian arkeologi oleh
para peneliti dari Balai Arkeologi Yogyakarta. Dibawah goa tersebut ternyata
banyak menyimpan fosil tulang manusia prasejarah dan benda-benda purbakala.
Senin
(25/4) kemarin tim peneliti dari Balai Arkeologi Yogyakarta kembali datang
untuk melakukan penelitian dan pemetaan situs goa kidang yang letaknya tidak jauh
dari Pabrik Gula PT.GMM tersebut.
Dengan
didampingi Dinas Perhubungan Pariwisata Kebudayaan Komunikasi dan Informatika (DPPKKI)
yang diwakili oleh Kabid Kebudayaan, Suntoyo dan tim, peneliti dari Balai
Arkeologi Yogyakarta mulai melakukan penggalian, pemetaan dan pendataan
benda-benda purbakala yang ditemukan.
Indah
Asikin Nurani, Ketua Tim Pola Okupasi Balai Arkeologi Yogyakarta menyatakan
bahwa saat ini (kemarin-red) dirinya beserta para peneliti lainnya sedang
melakukan pemetaan situs Goa Kidang dengan sistem zonasi guna melindungi dan
menjaga keberadaan situs budaya tersebut.
“Kami
lakukan pemetaan bekerjasama dengan balai Pelestarian Cagar budaya (BPCB) Jawa
Tengah dan dinas terkait. Pemetaan ini penting untuk melindungi dan menjaga
keberadaan situs arkeologi Goa Kidang agar tidak terganggu dengan aktifitas
lainnya,” jelas Indah Asikin Nurani, Senin (25/4) kemarin.
Selain
melakukan pemetaan, pihaknya juga membuatkan film dokumentasi untuk
pembelajaran dan pendidikan anak-anak sekolah bahwa di Goa Kidang di Todanan
Blora merupakan satu-satunya goa karst yang dijadikan hunian manusia purba.
”Kami
juga mendokumentasikan untuk pembuatan film dokumenter kawasan situs Gua
Kidang. Film tersebut nantinya akan dibagikan kepada lembaga dan instansi
terkait, termasuk di sekolah-sekolah,” lanjutnya.
Kedepan
penelitian akan terus mereka lakukan untuk mengetahui seberapa jauh daya
jelajah manusia prasejarah penghuni goa karst dalam mempertahankan hidup. “Kami
minta agar pemerintah daerah mendukung penuh upaya perlindungan cagar budaya
ini,” pungkasnya.
Sementara
itu Kepala DPPKKI Blora Slamet Pamudji melalui Kabid Kebudayaan Suntoro
menyatakan bahwa pemerintah daerah mendukung dijadikannya Situs Goa Kidang
menjadi pusat kajian dan penelitian kehidupan manusia pra sejarah.
“Akan
kita kawal terus, dan jika berpotensi dibuka menjadi objek wisata maka hal
tersebut perlu didukung dan dibahas lebih lanjut konsepnya” ucap Suntoyo.
(rs-infoblora)

0 komentar:
Posting Komentar