![]() |
| Joko Purnomo menunjukkan beberapa karyanya berupa miniatur kendaraan dari bahan kaleng bekas. (foto: teg-ib) |
Ia adalah Joko Purnomo, berawal dari
keprihatinannya melihat banyak kaleng bekas yang berada di jalanan dan tumpukan
sampah, ia memiliki ide untuk menyulap kaleng bekas tersebut menjadi karya yang
bisa dijadikan souvenir khas Blora.
“Awal mulanya melihat kaleng di
dekat rumah yang berserakan dan saya ambil untuk saya ubah menjadi sebuah
miniatur kendaraan. Ternyata bisa jadi bagus dan banyak yang tertarik,” kata
Joko Purnomo saat dihubungi Info Blora, kemarin.
Bahan dasar yang dipergunakan untuk
membuat karya seni bernilai tinggi tersebut adalah bekas kaleng minuman ringan
atau soft drink, hanya dengan
bermodalkan lem, kertas karton dan gunting, pemuda lajang ini dapat membuat
miniatur mobil, miniatur vespa, miniatur becak dan sejumlah miniatur lain yang
baru ia kembangkan.
“Tak ada keahlian khusus yang saya
punya mas. Semuanya otodidak sebisanya saya,” ujarnya.
Menurutnya, dia baru satu bulan
menekuni pekerjaan ini, walaupun begitu pesanan sudah datang dari luar Blora, seperti
Demak, Rembang, Grobogan, dan lainnya. Joko mengaku dalam sehari ia dapat
membuat miniatur empat sampai enam buah.
“Untuk bahan kaleng bekas, saya
mendapatkan langsung dari pemulung yang ada di Blora. terkadang juga ambil di
sekitar lingkungan juga. Dari yang tadinya memanfaatkan barang bekas, kini jadi
berburu barang bekas,” imbuhnya.
Joko menambahkan harga untuk
miniatur ia hargai mulai Rp 20 ribu hingga Rp 40 ribu tergantung model miniatur
yang di inginkan. Seperti harga miniatur vespa sebesar Rp 20-25 ribu, becak Rp 30
ribu dan miniatur mobil sebesar RP 40 ribu.
“Para pelanggan biasanya kebanyakan
dari media sosial karena saya memasarkannya melalui facebook. Tapi para
pelanggan ada juga yang datang ke rumah langsung dan bisa meminta sesuai warna
kaleng untuk dibuat miniatur yang diinginkan,” lanjutnya.
Saat ini meski baru satu bulan
menekuni kegiatannya membuat miniatur, dia mengaku sudah bisa memenuhi kebutuhan
hidupnya. Ia mengaku membuat miniatur dari kaleng bekas sebagai upaya sampingan
dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari. (teg-infoblora)


0 komentar:
Posting Komentar