![]() |
| Bupati Blora H.Djoko Nugroho berikan bimbingan mental kepada tenaga kesehatan di lingkup Dinas Kesehatan, Senin (18/4) kemarin. (foto: jo-ib) |
Hal
itu dilakukan Bupati lantaran masih banyaknya laporan dari masyarakat yang
mengeluhkan buruknya pelayanan kesehatan milik pemerintah baik di Rumah Sakit
Blora, Cepu ataupun puskesmas.
“Hingga
saat ini masih banyak masyarakat yang mengeluhkan layanan kesehatan. Ada yang
bilang dokternya galak, perawatnya asal-asalan dll. Saya minta semua tenaga
medis yang berada di rumah sakit dan puskesmas harus mampu merubah perilaku.
Berikan pelayanan dengan hati, bukan emosi,” tegas Bupati, Senin (18/4)
kemarin.
Menurutnya,
seorang dokter dan perawat dalam memberikan pelayanan kepada pasien harus
cepat, tepat dan ramah. Penanganan pasien yang utama, bukan pembayarannya. “Sering
ada laporan penanganan pasien di rumah sakit sangat lambat. Saya minta tindakan
pengobatan dipercepat,” lanjutnya.
Ia
prihatin, kualitas pelayanan kesehatan di rumah sakit milik pemerintah, baik
RSU Blora dan RSU Cepu kalah dengan pelayanan rumah sakit swasta di wilayah
Kabupaten Blora. Bahkan banyak pasien yang lebih memilih berobat ke luar kota.
Dirinya
pun bertekad akan mengirim 5 dokter dan 37 tenaga kesehatan untuk belajar
tentang pelayanan pasien ke rumah sakit besar yang ada di Semarang atau Jogja.
“Dokter
dan perawat yang baru menerima SK PNS beberapa waktu lalu akan saya kirim agar
bisa ditraining tentang pelayanan kesehatan yang bagus. Bisa ke Semarang atau
Jogja. Sepulangnya nanti semoga bisa menjadi contoh pelayan kesehatan yang
baik. Sehingga tenaga kesehatan yang lama bisa instropeksi diri,” ujarnya.
Selain
itu, saat ini sejumlah Puskesmas yang ada sudah dilengkapi dengan layanan rawat
inap maka Kepala Puskesmas pun harus mampu mendidik anak buahnya dengan baik
sehingga masyarakat tidak perlu jauh-jauh ke rumah sakit. “Mulai sekarang harus
berubah, kalau tidak berubah ojo salahno aku,” pungkasnya. (rs-infoblora)


0 komentar:
Posting Komentar