![]() |
| Warga Desa Ngliron gotong royong membersihkan pohon jati besar yang tumbang di Jl.Blora-Randublatung km 18 akibat angin kencang saat hujan deras, Kamis sore (26/2) kemarin. (foto: Taufan) |
BLORA. Hujan deras disertai angin kencang yang
mengguyur wilayah Kabupaten Blora bagian selatan, Kamis sore (26/2) kemarin,
mengakibatkan beberapa pohon jati besar tumbang. Tepatnya di tepi
Jl.Blora-Randublatung kilometer 18 wilayah Desa Ngliron Kecamatan Randublatung
ada beberapa pohon tumbang beserta akarnya dan roboh melintang di jalan raya.
Akibatnya
lalu-lintas di jalan kabupaten tersebut tersendat hingga beberapa jam. Warga sekitar
dibantu petugas dari Polsek Randublatung sibuk membersihkan batang pohon yang
menghadang para pengguna jalan.
“Hujan
turun sangat deras disertai angin kencang. Sehingga pohon jati tua dengan
diameter sekitar 100 cm tumbang menutup jalan di selatan Makam Desa Ngliron.
Beberapa ranting pohon juga tersangkut jaringan kabel listrik PLN,” kata Yudi,
warga setempat.
Karena
takut tersengat listrik saat membersihkan ranting pohon, warga meminta pihak
PLN untuk memadamkan aliran listrik wilayah tersebut. Mengingat belum lama ini
juga pernah ada pohon tumbang yang teraliri arus listrik.
Sementara
itu, Kepala Desa Ngliron Muntana membenarkan bahwa beberapa pohon jati besar di
desanya tumbang akibat angin kencang saat hujan deras mengguyur wilayahnya
sekitar pukul 16.00 WIB kemarin. “Desa kami memang rawan pohon tumbang jika
terjadi angin kencang. Warga diminta waspada jika hujan deras disertai angin
datang. Kejadian kemarin tidak ada korbannya, hanya arus lalu lintas sempat
tersendat,” kata Muntana.
Taufan
warga Randublatung yang sedang melintas juga mengaku perjalanannya dari Randublatung sempat terhenti karena menunggu warga membersihkan batang pohon
yang roboh melintang di jalan. “Sepanjang perjalanan di hutan banyak ditemukan
ranting pohon jati patah akibat angin kencang,” ungkapnya.
![]() |
| Jl.Stasiun Kota Ngareng Kecamatan Cepu tergenang banjir akibat hujan deras yang mengguyur wilayah setempat, Kamis (26/2) kemarin. |
Di
waktu yang sama, hujan deras dan angin kencang juga melanda wilayah Kecamatan
Cepu yang mengakibatkan beberapa wilayah dilanda banjir genangan. Diduga
saluran air tidak mampu menampung derasnya air hujan yang turun.
Komandan
Satuan Penanggulangan Bencana (Satgana) Kecamatan Cepu, Anton Moedji menjelaskan
banjir genangan terjadi di kawasan Jl.Stasiun Kota Ngareng, Taman Seribu Lampu
dan Tuk Buntung. “Begitu mendapat kabar ada banjir genangan, kami dan tim
langsung turun lapangan dibantu warga untuk mengatur lalu lintas agar tidak
banyak pengendara kendaraan yang terjebak banjir. Selain itu juga mengecek
saluran air yang ada agar bisa secepatnya mengalirkan genangan air,” jelasnya.
Mendekati
petang, genangan perlahan surut dan arus lalu-lintas kembali lancar. “Wilayah
ini memang langganan banjir genangan mas. Harus ada upaya perbaikan saluran baik
berupa pengerukan atau pelebaran agar ketika turun hujan deras air bisa
langsung mengalir,” harapnya. (Tio-infoblora)



0 komentar:
Posting Komentar