![]() |
Bupati Djoko Nugroho berdialog dengan warga Desa Kedungwaru terkait perbaikan jalan Kunduran-Todanan. |
BLORA. Kerusakan jalan kabupaten
penghubung Kecamatan Kunduran menuju Kecamatan Todanan yang diperparah dengan
adanya kendaraan berat pembangunan pabrik gula (PG) PT.GMM di Desa Tinapan segera
diatasi. Tahun ini perbaikan dianggarkan dari APBD 2014 senilai Rp 4,2 miliar
lebih. Perbaikan jalan itu merupakan proyek lanjutan senilai Rp 2,034
miliar.
Bupati Blora, Djoko Nugroho, dalam
acara dialog bersama warga Desa Kedungwaru Kecamatan Kunduran, di balaidesa
setempat, Selasa (9/9), mengungkapkan bahwa perbaikan jalan akan dilakukan
dengan cor beton mulai pertigaan Gagakan Kunduran hingga Tinapan Todanan. Namun
karena membutuhkan biaya yang besar, maka dilakukan bertahap tahun ini hingga
2015.
Pengecoran jalan mulai Gagakan
hingga Tinapan dilakukan setelah proyek pembangunan pabrik gula selesai. Karena
selama proyek berlangsung jalan itu dilalui alat-alat berat pabrik, sehingga
pembangunan jalan setelah proyek pembangunan pabrik selesai. Jika dipaksakan
bersamaan dengan pembangunan pabrik gula, dikhawatirkan jalan kembali rusak. Sehingga
pembangunan jalan dilakukan setelah pembangunan pabrik gula benar-benar
selesai.
![]() |
Alat berat mulai dikerahkan untuk perbaikan jalan Kunduran-Todanan. |
Sementara itu, Pelaksana Tugas
(Plt) Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Blora, Bondan Sukarno saat dihubungi
terpisah, menjelaskan bahwa pada saat ini telah dimulai pekerjaan perbaikan
ruas jalan Kunduran-Todanan dengan sistem rigid beton.
”Perbaikan jalan ini akan dicor
beton. Kami bertanggungjawab atas perbaikan jalan, karena itu masuk jalan
kabupaten. Kalau PT GMM ikut bertanggungjawab pada kerusakan jalan sepanjang 500
meter,” kata Bondan.
Menurut Bondan, perbaikan jalan
masuk ke obyek wisata Goa Terawang dan pabrik gula itu dilakukan, untuk mendukung
kelancaran lalu lintas ke Kecamatan Todanan dan jalan tembus ke Kabupaten Pati.
Sebab, jalur ini menjadi jalan alternatif yang biasa digunakan pengendara
kendaraan bermotor menuju ke Pati atau sebaliknya.
”Kebijakan kami, kalau investasinya
untuk migas, maka kerusakan jalan tanggung jawab investornya. Tapi, untuk
investor yang terkait langsung dengan petani atau warga, tanggung jawabnya ada
di pemkab,” jelasnya.
Dihadapan warga Desa Kedungwaru,
desa di selatan Desa Tinapan, Bupati Blora berjanji tahun depan pembetonan
jalan Kunduran-Todanan akan tuntas. “Tahun depan jalan Gagakan-Tinapan yang
melintas di Desa Kedungwaru tuntas semua, harus, tidak bisa tidak. Sambil
menunggu pengecoran, Pemkab Blora dibantu PT. GMM akan rutin melakukan
penyemprotan jalan untuk meniminalisir debu,” kata Bupati.
Lebih lanjut dijelaskan, pembetonan
jalan Kunduran-Todanan di Desa Kedungwaru dilakukan tahun ini, sepanjang 1
kilometer di 2 titik lokasi. Sedangkan pengecoran jalan mulai pertigaan Gagakan
hingga Tinapan akan dianggarkan pada APBD Blora tahun 2015. Menurut rencana
lebar pengecoran hingga 6 meter dengan menghabiskan dana mencapai Rp 25 miliar.
Presiden Direktur PT GMM Kamadjaya
menyatakan terima kasih, dengan akses jalan menuju pabrik yang dilakukan
pemkab. Pihaknya juga akan siap ikut bertangungjawab atas kerusakan jalan
tersebut.
”Sejak awal, kami menyatakan siap
ikut berpartisipasi dalam perbaikan jalan. Karena itu untuk kepentingan
bersama,” ujar Kamadjaya.
Untuk diketahui, beberapa waktu
lalu marak aksi protes atas kerusakan jalan menuju Desa Tinapan, Kecamatan Todanan.
Banyak LSM dan organisasi masyarakat yang menuduh PT GMM sebagai biang
kerusakan. Sehingga PT.GMM yang mendirikan Pabrik Gula Blora itu, diminta
bertanggungjawab. Tuduhan PG Blora sebagai penyebab kerusakan jalan itu,
diungkapkan dalam aksi pemasangan spanduk dan corat-coret di banyak lokasi di
dalam Kota Blora. (Jo-infoblora)
1 komentar:
Perasaan seluruh jalan kab. Blora gak ada yg halus.tengok kab.sebelah (bojonegoro)sudah beton semua..katanya kota minyak????
Posting Komentar