Home » , » Jelang Operasional Pabrik Gula, DPRD Blora Lakukan Sidak ke PT.GMM

Jelang Operasional Pabrik Gula, DPRD Blora Lakukan Sidak ke PT.GMM

infoblora.id on 12 Mar 2014 | 01.00

Sejumlah anggota DPRD Blora melakukan sidak ke lokasi pabrik gula PT GMM di Desa Tinapan, Kecamatan Todanan, Selasa (11/3) kemarin. (rs-infoblora)
BLORA. Sejumlah anggota DPRD Blora melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke pabrik gula PT Gendhis Multi Manis (GMM) di Desa Tinapan, Kecamatan Todanan, Selasa (11/3) kemarin. Dalam sidak tersebut para wakil rakyat mendapat jaminan bahwa tebu hasil panen petani Blora akan terserap di pabrik gula tersebut.

Sidak diikuti anggota DPRD antara lain Sutrisno, Meidi Usmanto, Muthohar serta Seno Margo Utomo. Sidak digelar menyikapi akan dimulainya giling tebu perdama pabrik gula PT GMM yang direncanakan pada akhir bulan Mei 2014.

Para wakil rakyat menginginkan agar PT GMM lebih memprioritaskan tenaga kerja lokal Blora. Selain itu mereka juga mendesak agar pabrik gula baru tersebut membeli tebu petani Blora.

''Apalagi kami mendengar dalam waktu dekat ini PT GMM akan menggiling gula mentah (raw sugar). Apakah hal itu tidak akan mengganggu penyerapan tebu hasil panen petani di Blora saat giling nanti,'' ujar Muthohar.

Pernyataan senada dikemukakan pula anggota DPRD Blora lainya, Sutrisno. Wakil rakyat dari Kecamatan Kunduran itu mengaku selama ini muncul pertanyaan dari masyarakat Blora terutama dari para petani.

Pertanyaan tersebut terkait dengan kekhawatiran hasil panen tebu mereka tidak terserap karena PT GMM justru menggiling raw sugar. Padahal tidak lama lagi petani tebu akan memasuki masa panen.
''Dari pertanyaan dan kekhawatiran itulah kami ingin memastikan jawaban dari PT GMM,'' tandasnya.

Kedatangan anggota DPRD tersebut diterima manajemen PT GMM, antara lain General Affair, FX Nugroho; Manajer Pabrik, Andreas Galih; Manajer Produksi Tanaman Tebu, Wahyuningsih serta Humas PT GMM, Wahyu Agus Siswoyo.

''Kami tetap memegang teguh komitmen merekrut tenaga kerja asal Blora. Prosentasenya bisa mencapai 90 persen. Hanya saja tenaga kerja yang kami rekrut tersebut terlebih dulu menjalani proses seleksi,'' tandas FX Nugroho.

Sementara terkait penyerapan panen tebu, Andreas Galih, memastikan dengan kapasitas giling pabrik mencapai 4.000 ton per hari maka tebu hasil panen petani Blora akan terserap. Kapasitas giling itu akan terus meningkat menjadi 5.000 ton per hari. Sementara mesin giling PT GMM berkapasitas 8.000 ton per hari. Masa giling direncanakan selama 150 hari. ''Justru kami mempertanyakan apakah hasil panen tebu petani Blora sebanyak itu,'' tandasnya.

Data luas lahan tebu di Blora pada bulan Oktober 2013 sebanyak 3.800 hektar. Rata-rata satu hektar diprediksi menghasilkan panen sekitar 70 ton. ''Jika dihitung maka diperkirakan waktu yang dibutuhkan untuk menggiling tebu hasil panen petani Blora hanya butuh 66 hari. Padahal kami waktu giling kami selama 150 hari,'' kata Andreas.

Dia pun menegaskan proses giling raw sugar yang menurut rencana akan dimulai akhir Maret tidak akan mengganggu proses giling dari bahan baku tebu petani yang akan dimulai pada bulan Mei.

''Penggiling raw sugar sekaligus sebagi ujicoba mesin sehingga saat giling tebu dari petani akan lancar,'' tegasnya.

Untuk memenuhi kebutuhan tebu,Wahyuningsih menambahkan, PT GMM selain mendatangkan tebu dari Blora juga membeli tebu dari para petani di sekitar wilayah Blora. Seperti Rembang, Pati dan Grobogan. (rs-infoblora | abdul muiz)
Share this article :

0 komentar:

 
Copyright © 2013. infoblora.id - All Rights Reserved