Home » , , » Banjir Surut, Warga Kecamatan Cepu dan Sekitarnya Mulai Bersihkan Rumah

Banjir Surut, Warga Kecamatan Cepu dan Sekitarnya Mulai Bersihkan Rumah

infoblora.id on 17 Des 2013 | 13.49

Semalam banjir di wilayah Kecamatan Cepu mulai surut, beberapa petugas Satgana dan PMI Kab.Blora membantu warga korban banjir. (rs-infoblora)
BLORA. Pasca banjir akibat luapan Bengawan Solo dan juga banjir bandang di sejumlah sungai besar di Kecamatan Cepu, Kradenan, Kedungtuban, dan Randublatung, kini warga mulai bersih-bersih sisa air yang merendam rumah mereka. Sebab, Senin (16/12) air sudah mulai surut dan cuaca cerah.  Air Bengawan Solo juga sudah mulai turun debitnya.

"Air sudah mulai surut dan beberapa warga juga sudah membersihkan rumah," ungkap Wakil Ketua PMI Cabang Blora Djarot Sugiharta, Senin (16/12). Namun, dirinya meminta agar warga tetap waspada karena sewaktu-waktu Bengawan Solo bisa meluap lagi dan juga curah hujan yang tinggi membuat Daerah Aliran Sungai (DAS) Bengawan Solo berkemungkinan besar banjir sewaktu-waktu.

"Warga harus tetap selalu waspada, karena hujan tidak bisa diprediksi," tandasnya. Meskipun air sudah surut, Satuan Tanggap Bencana (Satgana) PMI Blora tetap siaga di posko yang didirikan di Ngareng, Cepu.

Seperti diberitakan (15/12), hujan yang menguyur wilayah Cepu dan sekitarnya mengakibatkan meluapnya sungai terpanjang di Pulau Jawa itu dan mengenangi ratusan rumah di Cepu, Krandenan. Puluhan rumah lainnya juga terendam akibat luapan sungai-sungai besar.

Di Kecamatan Cepu setidaknya ada sekitar sembilan RW dan 26 RT yang masih tergenang air atau ada sekitar 322 rumah warga di Kelurahan Cepu, Balun, Suberpitu yang masih tergenang. Yang mengalami banjir bandang ada di Kelurahan Karangboyo, Ngelo, Ngroto, Cepu, dan Desa Mulyorejo.

Dari laporan Satgana PMI, di Kecamatan Kedungtuban juga ada ratusan rumah yang terendam bajir karena luapan sungai besar. Saat ini kondisinya juga sudah surut.  "Semua sudah surut, tapi kami belum bisa memastikan berapa kerugian yang dialami akibat banjir bandang dan luapan sungai.

Belum Didistribusikan
Sementara itu, Sekretaris PMI Blora Kuswanto mengemukakan, saat ini untuk bantuan kepada korban dari PMI belum didistribusikan karena saat ini baru melakukan seleksi data dan proses pengadaan logistik.

Setelah itu semua selesai, akan segera didistribuskan kepada keluarga korban yang terkena korban bencana banjir.

Ketua Forum Kewaspadaan Dini MAsyarakat (FKDM) Blora Wahono mendesak Pemkab dan DPRD segera membentuk badan penanggulangan bencana daerah (BPBD), sebab keberadaan badan itu sangat penting dan mendesak. Blora rawan akan bencana.  Selain itu, dengan adanya BPDB penyaluran bantuan ataupun lainnya akan lebih mudah. (rs-infoblora | gie-57,88)
Share this article :

0 komentar:

 
Copyright © 2013. infoblora.id - All Rights Reserved