Home » , » Antisipasi Musim Kemarau, Petani di Blora Terapkan Sistem Tanam Muda

Antisipasi Musim Kemarau, Petani di Blora Terapkan Sistem Tanam Muda

infoblora.id on 2 Sep 2013 | 08.10

Petani di Kec.Kradenan masih tercukupi kebutuhan airnya.
BLORA. Petani Blora mengantisipasi musim kemarau berkepanjangan yang melanda di sebagian wilayah Jawa Tengah, dengan sistem tanam muda atau sistem yang biasa dikenal istilah System of Rice Intensification (SRI).

Kepala Bidang Dinas Pertanian, Peternakan, dan Perikanan  (DPP) Blora, Nugraheni Wahyu Utami menjelaskan, sistem pertanian SRI  dengan menanam bibit muda yang berumur sekitar 10 hari dengan pekarangan dangkal berbentuk huruf L. Sistem pengairan tanam diberikan secara bermacam-macam.

"Pengairan tanam disirami air setiap pagi dan sore. Sistem tanam bibit muda di lahan yang dangkal atau tanah kering berbentuk huruf L," jelas Nugraheni, Minggu (1/9).

Selain sistem RSI, tambah dia, untuk memenuhi ketersediaan air bagi petani mengandalkan sumur gali tanam jagung dan kedelai. Sedangkan persediaan air dengan penghematan air yang menggunakan sistem hemat air.

Adapun antisipasi langkah lain, pihaknya memperluas layanan air yang diupayakan melalui perbaikan atau rehap irigasi seluas 1.000 hektare (ha). Selain itu, membuat sumur gali di setiap Kecamatan.
Sebagian lahan petani yang masih ada ketersediaan air di Kecamatan Kedungtuban, Cepu, dan Kradenan. Sedangkan, petani yang membuuthkan air berada di Kecamatan Jati.

Dia menyebutkan, seperti di kecamatan Jati terdapat satu sumur yang dapat mengairi seluas satu hekatare tanaman jagung dan kedelai. Bahkan upaya lain mengandalkan CSR (Coorperat Social Responbility) dari bank Jateng yang sangat membantu petani. 

Sementara, Komisi E DPRD Jateng Dwi Yasmanto mengungkapkan bahwa pihaknya telah mengusulkan di wilayah setempat kepada Dinas Energi Sumber Daya Air dan Mineral (ESDM) dengan membuat sumur bor. Namun kenyataannya, pihak terkait masih mengandalkan air bersih dari distribusi air tengki.

"Berapa volume debit air truk tangki, sementara kebutuhan konsumsi air itu orang satu kecamatan. Belum lagi, ketersediaan air bagi petani," terangnya.

Dia mengatakan, sumur bor tidak sekedar memenuhi kebutuhan bagi petani saja, melainkan konsumsi air bersih dan mandi. Sementara, untuk memenuhi ketersediaan air pada waktu kemarau masih saja dengan tangki air. (rs-infoBlora | kontributor : nebby-aktual.co)
Share this article :

0 komentar:

 
Copyright © 2013. infoblora.id - All Rights Reserved