![]() |
| Pembongkaran bangunan lama Pasar Jepon sebelum direvilatisasi |
Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan Usaha Mikro Menegah (Disperindagkop & UMKM) Kabupaten Blora, Maskur mengatakan, renovasi tahap pertama itu direncanakan akan menelan dana Rp 6,354 milyar.
”Sedangkan total dana yang disediakan pemerintah terhadap revitalisasi Pasar Jepon sebesar Rp 7,304 miliar. Dana tersebut bersumber dari Kementrian Perdagangan,” kata Maskur, Kamis (22/8).
Dia menjelaskan, revitalisasi tahap pertama akan dilakukan melalui pembangunan empat los. Setelah renovasi los tersebut, nantinya akan bisa menampung lebih banyak pedagang. Jika sebelumnya hanya sanggup menampung 336 pedagang, bangunan empat los baru bisa menampung sekitar 400 orang pedagang.
”Pembangunan Pasar Jepon sudah berjalan dan tetap di lokasi lama. Pada bagian los dan akses jalan akan ditata dengan konsep baru,” jelas Maskur. Menurutnya, Pasar Jepon perlu dilakukan revitalisasi, karena kondisi pasar tampak kumuh. Selain itu pedagang berdesak di lokasi yang sempit, dan area parkir penuh. Sehingga lalu lintas di depan pasar sering tersendat.
Sebelunya, kata Maskur, pengembangan pasar itu sempat memunculkan kontra dikalangan pedagang. Mereka protes karena Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blora berencana memindah para pedagang ke lokasi baru, yang letaknya agak masuk ke dalam.
”Tapi rencana tersebut urung dilakukan, mengingat protes dari pedagang dan berbagai pertimbangan lain,” papar Maskur.
Dia menambahkan, pembangunan Pasar Jepon menurutnya akan dilakukan menggunakan konsep baru.Sehingga para pedagang dan pembeli yang datang ke Pasar Jepon akan merasa lebih nyaman.
”Pemkab juga akan menghapus aset-asetnya di Pasar Jepon yang lama, sebab tahapan program revitalisasi pasar tersebut sudah dimulai setahun yang lalu. Bahkan Wakil Menteri Perdagangan sempat meninjau lokasi,” katanya.
(rs-infoBlora | kontributor : Imam Khanafi/Suwoko)


0 komentar:
Posting Komentar