![]() |
Pembukaan Manasik Haji Massal di GOR Mustika Blora (foto : Kemenag Blora) |
Hadir dalam kesempatan tersebut antara lain Bupati Blora, Ketua DPRD Blora, Pejabat Muspida Blora, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Blora, kasi Penyelenggara haji dan Umroh, Kepala Dinas/Instansi, Pimpinan Bank Penerima Setoran Ibadah Haji (BPS BPIH), Kepala KUA Kecamatan se-kabupaten Blora, Ketua MUI, Petugas (Tim Pembimbing Haji Indonesia (TPHI),Tim Pembimbing Ibadah Haji Indonesia (TPIHI) dan Tim Kesehatan Haji Indonesia (TKHI), Ketua Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI), Ketua Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH) Se-kabupaten Blora, serta calon jamaah Haji Kabupaten Blora.
Sekitar 799 calon jamaah haji mengikuti pembukaan bimbingan manasik haji tersebut dengan penuh antusias dan khidmat, sehingga seluruh rangkaian acara bimbingan manasik haji missal berlangsung lancar.
Dalam sambutannya, kepala kantor Kementerian Agama Kabupaten Blora, Drs. H. Tri Hidayat menyampaikan bahwa kegiatan manasik haji massal ini diselenggarakan berdasarkan UU No. 13 tahun 2008 tentang penyelenggaraan haji dan peraturan presiden No. 31 tahun 2009 tentang penyelenggaraan haji.
Manasik ini diadakan dengan tujuan agar jamaah mampu memahami semua informasi tentang pelaksaan ibadah haji melalui mansik haji, tuntunan perjalanan, petunjuk kesehatan sehingga mampu mengamalkannya pada saat pelaksanaan ibadah haji di tanah suci dengan baik dan benar. Selain itu juga berharap agar jamaah haji nantinya mampu mandiri baik secara pribadi, maupun dalam regu dan rombongan baik di Indonesia maupun di Arab Saudi, serta jamaah bisa siap menunaikan ibadah haji baik secara fisik, mental sehingga dengan manasik maupun petunjuk perjalanan ibadah haji, haji dapat dilaksanakan dan terlaksana dengan sempurna.
Adapun jumlah calon jamaah haji yang berangkat pada tahun ini sejumlah 799 orang yang terdiri dari 378 orang pria,dan wanita sebanyak 421 orang, mutasi masuk 2 orang, mutasi keluar 4 orang, meninggal dunia 10 orang, dan tidak melunasi atau mundur 25 orang, serta batal berangkat 1 orang.
Jamaah Haji termuda berumur 23 tahun adalah Agus Mulyono Bin Kusnan dari Desa katesan RT 05 RW 02 Kecamatan Jiken, dan jamaah tertua berumur 88 tahun adalah Supiyah Binti Markum dari Kecamatan Cepu.
Untuk pelaksanaan Bimbingan manasik akan diselenggarakan selama 7 kali di KUA Kecamatn se-Kabupaten Blora yang berakhir pada 3 Agustus mendatang, dan bimbingan manasik haji di kabupaten Blora berakhir pada 20 Agustus mendatang. Sedangkan pengajuan dan penerbitan paspor telah selesai dilakukan mulai tanggal 31 Mei samapi 21 Juni 2013 di kantor Imigrasi Pati.
Sementara itu, bupati Blora, Djoko Nugroho dalam sambutannya menyampaikan pesan kepada jamaah haji untuk bisa menjaga kondisi kesehatannya dalam beribadah dengan berusaha mensucikan pikiran, batin dan dirinya supaya bisa beribadah dengan maksimal. Pemkab juga akan mendukung bagi kelancaran calon jamaah haji Kabupaten Blora.
Kasi Penyelenggara Haji dan Umroh, H. Muhaimin, SH, M.Si menyampaikan dalam pengarahannya bahwa berdasarkan Peraturan Menteri Agama No. 62 tahun 2013 tentang kriteria penundaan jamaah haji pasal 1 disebutkan bahwa jamaah haji yang telah melunasi Biaya Pelunasan Ibadah Haji (BPIH) yang ditunda keberangkatannya pada tahun ini adalah yang berusia 75 tahun atau lebih terhitung mulai PMA dikeluarkan,memiliki keterbatasan kemampuan fisik dan memerlukan alat bantu seperti kursi roda, tongkat dan lainnya, serta memiliki nomor urut terakhir sehingga kuota memenuhi pemotongan kuota 20 persen seperti yang ditetapkan.
Untuk itu, jamaah haji yang memenuhi kriteria tersebut akan ditunda keberangkatannya dan diberangkatkan pada tahun mendatang, sehingga apabila besaran BPIH nanti lebih tinggi tidak akan dikenai biaya tambahan dan apabila BPIH kurang maka bisa dilakukan pengembalian kepada jamaah tersebut.
Keputusan ini diambil karena pada saat ini kapasitas tampung Masjidil Haram bagi jamaah yang akan melakukan tawaf hanya 22000 orang/jam dari sebelumnya 48.000 orang/jam. Ini disebabkan lantai 2 dan lantai 3 dipotong, dan proses penyelesaian renovasinya mengalami keterlambatan sehingga diperlukan keamanan dan kenyamanan bagi jamaah haji.
Acara Bimbingan dipandu oleh Drs. H. Maspuin, M.PdI yang dilanjutkan dengan lantunan lagu talbiyah dari Imam Syaifudin serta penjelasan tentang kesehatan oleh Kepala Dinas Kesehatan Blora, Drs. Hj. Henny Indriani, M.Kes. (rs-infoBlora | sumber : http://jateng.kemenag.go.id)
0 komentar:
Posting Komentar