INFOBLORA.ID - Nilai ekspor produk unggulan Kabupaten Blora mencapai Rp70,04 miliar atau setara 3,9 juta dolar AS hingga triwulan III 2026. Capaian tersebut meningkat sekitar Rp29,06 miliar dibandingkan triwulan II 2026 yang tercatat sebesar Rp40,98 miliar.
Peningkatan nilai ekspor ini ditopang dua komoditas unggulan daerah, yakni mebel berbahan kayu jati dan briket arang berbahan batok kelapa. Kedua produk tersebut telah menembus pasar internasional, mulai dari Amerika Serikat, Lebanon, Turki, sejumlah negara Eropa hingga kawasan Arab.
Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi dan UKM (Dindagkop UKM) Kabupaten Blora, Kiswoyo, mengatakan saat ini terdapat enam pelaku usaha yang tercatat melakukan kegiatan ekspor produk unggulan daerah.
“Ada enam pelaku usaha yang melakukan kegiatan ekspor. Komoditas yang dipasarkan terutama mebel kayu jati dan briket arang dari batok kelapa,” ujar Kiswoyo, Senin (2/11/2026).
Menurutnya, mebel berbahan kayu jati menjadi salah satu produk yang diminati konsumen luar negeri. Sementara itu, briket arang batok kelapa memiliki beragam kegunaan, antara lain sebagai bahan bakar barbeque, penghangat ruangan, hingga kebutuhan rokok.
Meski nilai ekspor menunjukkan peningkatan, jumlah pelaku usaha di Blora yang melakukan ekspor secara langsung masih terbatas. Sebagian pengusaha dan perajin lokal memilih bekerja sama dengan eksportir dari daerah lain yang telah memiliki pengalaman dan jaringan pemasaran internasional.
“Jadi pelaku usaha dari Blora masih banyak yang menganggap ekspor ke luar negeri masih sulit dan membutuhkan jaringan di sana. Jadi kebanyakan pelaku usaha atau pengrajin di Blora bekerja sama dengan yang sudah berpengalaman,” terangnya.
Nilai Ekspor Terus Meningkat
Berdasarkan catatan Dindagkop UKM Blora, nilai ekspor produk unggulan pada triwulan I 2026 mencapai 1,4 juta dolar AS atau sekitar Rp23,81 miliar. Angka tersebut meningkat 75,8 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025, yakni sebesar 795.809 dolar AS atau sekitar Rp13,06 miliar.
Memasuki triwulan II 2026, nilai ekspor meningkat menjadi 2,4 juta dolar AS atau setara Rp40,98 miliar. Tren positif berlanjut hingga triwulan III dengan capaian Rp70,04 miliar atau sekitar 3,9 juta dolar AS.
Kenaikan tersebut menunjukkan potensi produk unggulan Blora untuk terus berkembang di pasar global. Namun, perluasan akses pasar dan penguatan kapasitas pelaku usaha masih menjadi tantangan agar semakin banyak pengusaha lokal mampu melakukan ekspor secara mandiri.
Kiswoyo berharap tren positif ekspor dapat terus berlanjut dan memberikan dampak nyata bagi perekonomian daerah. Peningkatan pemasaran produk lokal ke pasar internasional diharapkan tidak hanya menambah nilai perdagangan, tetapi juga membuka lapangan kerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Blora.
Dengan potensi mebel kayu jati dan briket arang batok kelapa yang telah dikenal di pasar luar negeri, penguatan jaringan pemasaran, pendampingan, serta akses ekspor bagi pelaku usaha lokal menjadi langkah penting untuk mendorong produk unggulan Blora semakin kompetitif di tingkat internasional.


0 komentar:
Posting Komentar