Home » , , » MBG PRASMANAN MULAI DIUJI COBA DI BLORA, SISWA SDN 5 NGAWEN ANTUSIAS AMBIL MAKANAN SENDIRI

MBG PRASMANAN MULAI DIUJI COBA DI BLORA, SISWA SDN 5 NGAWEN ANTUSIAS AMBIL MAKANAN SENDIRI

radiogagakrimangfm.com on 5 Okt 2026 | 14.20


INFOBLORA.ID
- Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan konsep prasmanan mulai diterapkan secara uji coba di Kabupaten Blora. SDN 5 Ngawen dipilih menjadi salah satu sekolah percontohan pelaksanaan MBG dengan sistem tersebut, Senin (5/10/2026).

Berbeda dengan mekanisme pembagian makanan yang selama ini dilakukan, menu MBG disajikan di aula sekolah. Para siswa kemudian mengambil sendiri makanan sesuai menu dan porsi yang diinginkan.

Siswa tampak tertib mengantre secara bergantian. Setelah memilih makanan, mereka menaruh menu yang diambil ke dalam ompreng masing-masing.

Koordinator Wilayah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kabupaten Blora, Artika Diannita, mengatakan pelaksanaan MBG prasmanan tersebut merupakan bagian dari piloting project berdasarkan nota dinas Badan Gizi Nasional (BGN).

“Hari ini kita melakukan piloting project MBG prasmanan itu sesuai dengan nota dinas dari Deputi Sistem Tata dan Kelola. Berdasarkan nota dinas nomor 43 pertanggal 30 September 2026, terdapat 42 SPPG seluruh Indonesia yang melaksanakan MBG prasmanan,” kata Artika saat ditemui di SDN 5 Ngawen.

Dari hasil pemantauan di lapangan, Artika menyebut para siswa terlihat lebih antusias dengan konsep prasmanan.

Menurutnya, siswa dapat menentukan sendiri makanan yang ingin diambil sehingga porsi bisa disesuaikan dengan kebutuhan dan selera masing-masing.

“Kalau kita lihat anak-anak lebih antusias, lebih senang ketika mereka dapat mengambil makanannya sendiri karena bisa disesuaikan sama keinginan. Jadi mengambilnya sesuai, enggak dibuang-buang atau mubazir,” jelasnya.

DUA PEKAN DIUJI COBA

Artika menjelaskan, penerapan MBG prasmanan di SDN 5 Ngawen akan berlangsung selama dua pekan.

Setelah masa uji coba selesai, pelaksanaan akan dievaluasi dan hasilnya dilaporkan sebagai bahan pertimbangan untuk menentukan keberlanjutan program.

“Untuk uji coba ini dilaksanakan dua minggu. Setelahnya kita akan evaluasi juga, kita laporkan hasil dari lapangan. Untuk selanjutnya kita dari BGN yang langsung untuk melanjutkan atau bagaimana,” ujarnya.

Selain memberikan keleluasaan kepada siswa dalam mengambil makanan, sistem prasmanan juga dinilai memiliki keunggulan karena makanan dapat disajikan dalam kondisi hangat.

Artika menyebut mekanisme tersebut diharapkan dapat meminimalkan berbagai kejadian yang berkaitan dengan gangguan pencernaan.

“Ketika di sistem prasmanan itu proses pendistribusiannya masih dalam kondisi hangat. Jadi ketika disajikan dan dinikmati oleh siswa-siswa itu masih kondisi hangat,” terangnya.

SISWA SENANG BISA AMBIL SENDIRI

Antusiasme siswa terlihat selama pelaksanaan MBG prasmanan. Salah satunya Remo Bimo Giwantoro, siswa kelas V SDN 5 Ngawen.

Ia mengaku senang dengan sistem baru tersebut karena bisa mengambil makanan sendiri sesuai keinginannya.

“Iya senang bisa ambil sendiri, bisa ambil banyak,” kata Remo.

Sementara itu, Mitra SPPG Ngawen 1, Febrian Candra, mengaku lebih menyukai mekanisme MBG prasmanan dibandingkan sistem pembagian sebelumnya.

Menurutnya, makanan yang disajikan secara prasmanan dapat diantarkan dalam kondisi hangat dan segar. Selain itu, siswa juga belajar mengambil makanan secara mandiri sekaligus membangun budaya tertib dan disiplin.

“Kalau saya lebih suka metode yang seperti ini, makanan diantarkan dalam keadaan hangat, segar, dan siswa bisa ambil sendiri. Ini bisa menumbuhkan budaya tertib dan disiplin dari siswa, sesuai konsep MBG Jepang, Kyushoku,” kata Candra.

Pelaksanaan uji coba di SDN 5 Ngawen tersebut selanjutnya akan menjadi bahan evaluasi untuk melihat efektivitas penerapan MBG dengan sistem prasmanan sebelum ditentukan kebijakan lebih lanjut.

Share this article :

0 komentar:

 
Copyright © 2013. infoblora.id - All Rights Reserved