INFOBLORA.ID - Sebanyak 1.030 siswa, guru, dan tenaga kependidikan Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Blora menggelar Salat Istisqo di halaman sekolah, Kamis (22/10/2026). Ibadah untuk memohon turunnya hujan tersebut dilaksanakan bertepatan dengan peringatan Hari Santri Nasional 2026.
Kegiatan ini menjadi bentuk keprihatinan sekaligus ikhtiar bersama di tengah kemarau ekstrem yang melanda Kabupaten Blora. Dampak kekeringan berkepanjangan menyebabkan ratusan desa mengalami krisis air bersih, sementara sektor pertanian juga terdampak akibat minimnya pasokan air.
Guru Pendidikan Agama Islam (PAI) MAN Blora, Agus Budi Mulyono, mengatakan Salat Istisqo merupakan bentuk kepasrahan dan ikhtiar memohon pertolongan Allah SWT agar kekeringan segera berakhir.
"Salat Istisqo ini menjadi salah satu bentuk ikhtiar kita di tengah kondisi wilayah yang masih mengalami kekeringan. Ini adalah ikhtiar bersama memohon kepada Allah agar kondisi yang kering segera berubah menjadi basah dan hujan segera turun," ujar Agus.
Menurutnya, hujan sangat dinantikan masyarakat, terutama para petani yang mulai kesulitan mendapatkan air untuk mengairi lahan pertanian mereka.
"Sejumlah masyarakat, khususnya petani, sangat membutuhkan hujan karena lahan pertanian mereka mulai kekurangan air. Para petani sangat menunggu turunnya hujan agar lahan yang kering dapat kembali ditanami," imbuhnya.
Sebelum melaksanakan Salat Istisqo, sebanyak 1.030 jemaah yang terdiri dari siswa, guru, dan staf administrasi terlebih dahulu menunaikan Salat Dhuha berjamaah.
Melalui doa dan ibadah bersama ini, keluarga besar MAN Blora berharap Allah SWT segera menurunkan hujan yang membawa berkah, mengakhiri kemarau panjang, serta membantu masyarakat memenuhi kebutuhan air bersih dan memulihkan kondisi lahan pertanian.
Momentum Hari Santri Nasional tersebut sekaligus menjadi pengingat pentingnya memperkuat keimanan, kepedulian sosial, dan kebersamaan dalam menghadapi bencana kekeringan yang melanda wilayah Blora.


0 komentar:
Posting Komentar