Home » , , » ZMODIS RESMI BERDIRI DI BLORA, BAZNAS SALURKAN BANTUAN Rp55 JUTA UNTUK KELOMPOK PENJAHIT MUSTIKA

ZMODIS RESMI BERDIRI DI BLORA, BAZNAS SALURKAN BANTUAN Rp55 JUTA UNTUK KELOMPOK PENJAHIT MUSTIKA

radiogagakrimangfm.com on 15 Sep 2026 | 13.15


INFOBLORA.ID
- Pemerintah Kabupaten Blora bersama Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Blora terus mendorong kemandirian ekonomi masyarakat melalui program pemberdayaan usaha mikro.

Salah satunya diwujudkan melalui pembangunan ZMODIS (Zona Modis) di Jalan Dr. Sutomo Lorong 3, Kelurahan Tempelan, Kecamatan Blora. Berada di belakang SMA Negeri 1 Blora, ZMODIS resmi diresmikan Bupati Blora Dr. H. Arief Rohman, Selasa (15/9/2026).

Peresmian tersebut sekaligus ditandai dengan penyerahan bantuan pemberdayaan UMKM kepada Kelompok Penjahit Mustika. Bantuan berupa lima mesin jahit, tiga mesin obras, serta pembangunan tempat usaha dengan total nilai mencapai Rp55.325.000.

Bupati Arief mengapresiasi BAZNAS Blora yang terus menghadirkan program produktif untuk membantu masyarakat meningkatkan kemandirian ekonomi.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Blora, saya menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada BAZNAS Kabupaten Blora yang terus hadir di tengah masyarakat. Bantuan yang diberikan tidak hanya bersifat sosial, tetapi juga mendorong pemberdayaan ekonomi umat melalui program-program yang produktif seperti ini,” ujar Arief.

Menurutnya, bantuan tersebut menjadi bagian dari upaya bersama memperkuat usaha kecil agar mampu berkembang dan meningkatkan kesejahteraan keluarga.

Arief juga berpesan agar fasilitas yang diberikan dimanfaatkan dan dirawat dengan baik. Ia mendorong para penjahit untuk memanfaatkan media sosial sebagai sarana pemasaran.

“Sekarang zamannya digital. Manfaatkan WhatsApp, Facebook, Instagram, TikTok, dan media sosial lainnya untuk promosi,” katanya.

Ia meyakini kualitas produk, pelayanan, dan promosi yang baik akan membuka peluang pasar lebih luas bagi Kelompok Penjahit Mustika.

“Kalau jahitannya bagus, promosinya bagus, pelayanannya bagus, insyaallah pelanggan semakin banyak yang datang,” imbuhnya.

SUDAH PUNYA 50 PELANGGAN PER BULAN

Perwakilan Kelompok Penjahit Mustika, Tono, menyebut usaha tersebut telah memiliki pelanggan tetap. Saat ini terdapat 12 penjahit yang tergabung dalam kelompok tersebut.

“Untuk setiap bulan sekitar 50 pelanggan. Setiap penjahit di sini sudah memiliki pelanggan tetapnya masing-masing. Total ada 12 penjahit,” ungkap Tono.

Ia berharap ke depan dukungan peralatan dapat ditambah untuk meningkatkan kapasitas produksi.

“Saya berharap ke depannya ditambahkan lagi bantuan mesin jahitnya lima lagi, Pak Bupati,” pintanya.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Arief juga berdialog dengan salah satu penjahit senior, Mbah Sumarni. Dengan pengalaman menjahit selama puluhan tahun, ia menyampaikan terima kasih atas bantuan yang diterima.

Menanggapi hal itu, Bupati Arief berencana mendorong peningkatan keterampilan para penjahit melalui pelatihan.

“Nantinya penjahit yang ada di sini diberikan pelatihan atau dikursuskan supaya model jahitan dan semakin meningkat kualitas jahitannya, dan pelanggan semakin puas dengan kualitasnya,” kata Arief.

Menariknya, manfaat ZMODIS langsung terlihat setelah peresmian. Tak lama setelah rombongan meninggalkan lokasi, sejumlah pelanggan mulai berdatangan menggunakan jasa para penjahit.

Seorang pelajar SMA bahkan menjadi salah satu pelanggan pertama setelah peresmian. Ia datang untuk memperbaiki celana sekolahnya yang robek dan langsung dilayani oleh penjahit.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa ZMODIS tidak hanya menjadi tempat produksi, tetapi juga menjadi pilihan masyarakat untuk memenuhi kebutuhan permak dan perbaikan pakaian.

BAZNAS DORONG KEMANDIRIAN EKONOMI

Sementara itu, Ketua BAZNAS Kabupaten Blora H. Sutaat mengatakan bantuan tersebut merupakan bagian dari komitmen BAZNAS dalam mendorong masyarakat agar semakin mandiri secara ekonomi.

“Kami berharap bantuan ini tidak hanya menjadi sarana untuk menunjang kegiatan usaha, tetapi juga menjadi bagian dari upaya BAZNAS dalam membantu masyarakat agar semakin mandiri secara ekonomi,” ujarnya.

Ia berharap mesin jahit, mesin obras, dan fasilitas usaha yang diberikan dapat dimanfaatkan secara optimal untuk meningkatkan produktivitas kelompok.

“Semoga mesin jahit dan mesin obras yang diberikan dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya, meningkatkan produktivitas, memperluas usaha, dan pada akhirnya meningkatkan kesejahteraan anggota Kelompok Penjahit Mustika,” pungkas Sutaat.

Peresmian ZMODIS menjadi salah satu contoh pemberdayaan masyarakat yang tidak berhenti pada pemberian bantuan, tetapi diarahkan untuk membangun usaha secara berkelanjutan.

Dengan dukungan fasilitas, peningkatan keterampilan, dan pemasaran digital, ZMODIS diharapkan berkembang menjadi sentra usaha penjahit yang produktif sekaligus membuka peluang ekonomi bagi masyarakat sekitar.

Share this article :

0 komentar:

 
Copyright © 2013. infoblora.id - All Rights Reserved