Home » , , » SIDAK SPPG SUKOREJO 2 BLORA, BGN TEMUKAN DAPUR TAK LAYAK DAN ANCAM SUSPEND PERMANEN

SIDAK SPPG SUKOREJO 2 BLORA, BGN TEMUKAN DAPUR TAK LAYAK DAN ANCAM SUSPEND PERMANEN

radiogagakrimangfm.com on 12 Sep 2026 | 08.25


INFOBLORA.ID
- Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Mayjen TNI (Purn.) Trenggono, melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sukorejo 2, Kecamatan Tunjungan, Kabupaten Blora, Jumat (11/9/2026).

Sidak dilakukan menyusul dugaan kuat SPPG tersebut menjadi sumber kejadian keracunan yang dialami ratusan pelajar di Kecamatan Tunjungan setelah mengonsumsi menu program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Trenggono datang bersama Bupati Blora Dr. H. Arief Rohman, Wakil Bupati Hj. Sri Setyorini selaku Ketua Satgas MBG Kabupaten Blora, Wakil Ketua DPRD Blora Lanova Candra Tirtaka, Dandim 0721/Blora Letkol Kav. Yudhi Agus Setiyanto, S.Sos., Kepala Dinas Kesehatan Blora serta Forkopimcam Tunjungan.

Setibanya di lokasi, rombongan langsung meninjau kondisi bangunan dan operasional dapur SPPG. Evaluasi internal kemudian dilakukan bersama Koordinator SPPG Wilayah Kabupaten Blora, Artika Diannita.

Dalam sidak tersebut, Trenggono menilai kondisi Dapur SPPG Sukorejo 2 sangat tidak layak dan menemukan banyak standar operasional prosedur (SOP) yang tidak dijalankan.

Ia pun menegaskan akan memberikan sanksi berat terhadap SPPG tersebut, bahkan berujung pada penghentian permanen setelah proses investigasi selesai.

“Perlu saya sampaikan bahwa ini ada kejadian fatal yakni keracunan makanan (MBG) di Blora, SPPG Sukorejo 2 Tunjungan. Untuk dapur ini harus diberikan tindakan tegas. Kita suspend berat hingga suspend permanen,” tegas Trenggono.

Menurutnya, kondisi dapur sangat tidak layak dan banyak SOP yang tidak dilaksanakan. Setelah investigasi selama 30 hari, SPPG tersebut akan disuspend secara permanen.

Selain dapur, Kepala SPPG Sukorejo 2, Afif Djaelani, juga akan dicopot dari jabatannya karena dinilai tidak menjalankan tugas sesuai SOP.

“Kepala dapurnya juga jelas akan kita copot karena dia tidak menjalankan tugasnya dengan baik, tidak patuh pada SOP,” lanjutnya.

Di sisi lain, Trenggono mengapresiasi langkah cepat Pemkab Blora dalam menangani para korban. Ia menyebut sebagian besar korban telah berangsur pulih.

“Kami ucapkan terima kasih kepada Pak Bupati dan Bu Wakil Bupati selaku Ketua Satgas, yang telah bergerak cepat sehingga semuanya dapat tertangani dengan baik. Alhamdulillah semua korban sudah mulai membaik,” ungkapnya.

Sebelum melakukan sidak, Trenggono juga menjenguk dua korban yang masih menjalani perawatan di RSUD dr. R. Soetijono Blora serta satu korban di RS PKU Muhammadiyah Blora. Ketiganya disebut telah berangsur pulih dan menunggu jadwal kepulangan dari dokter.

Terkait kemungkinan adanya unsur pidana, BGN masih menunggu hasil investigasi dan pemeriksaan laboratorium.

“Kita lihat dulu apakah ada unsur kesengajaan yang mengakibatkan kejadian ini. Kalau memang ada unsur pidananya ya akan kita tindak sesuai ketentuan hukum yang berlaku. Hasil laboratoriumnya juga masih diproses,” kata Trenggono.

Sementara itu, Bupati Blora Arief Rohman menyampaikan terima kasih atas kedatangan langsung Wakil Kepala BGN untuk melakukan monitoring dan sidak.

Ia berharap kejadian tersebut menjadi evaluasi bagi seluruh SPPG di Kabupaten Blora. Menurutnya, koordinasi antara pengelola MBG dengan unsur pimpinan daerah perlu diperkuat.

“Terima kasih Pak Wakil Kepala BGN yang sudah berkenan hadir ke Blora dan memberikan teguran keras kepada SPPG yang tidak sesuai standar. Semoga ini bisa menjadi pembelajaran untuk seluruh SPPG. Kita tidak ingin peristiwa seperti ini terjadi lagi,” ujar Arief.

Diketahui, kejadian dugaan keracunan menu MBG bermula pada Senin (7/9/2026). Ratusan siswa SMA Negeri 1 Tunjungan mengalami keluhan seperti badan tidak enak, perut mulas hingga diare setelah mengonsumsi menu MBG dari SPPG Sukorejo 2.

Terpisah, Kepala Dapur SPPG Sukorejo 2 Afif Djaelani mengatakan pihaknya saat itu mendistribusikan menu nasi ayam woku, tumis brokoli, lalapan dan buah apel.

“Menunya kemarin ayam woku, sambal lalapan, brokoli, dan buahnya apel. Kami tidak ada kesengajaan. Kami menunggu hasil investigasi saja,” ucapnya singkat.

Share this article :

0 komentar:

 
Copyright © 2013. infoblora.id - All Rights Reserved