Home » , , , » PEMKAB BLORA DORONG REVITALISASI PASAR PLAZA CEPU JADI PUSAT EKONOMI BARU

PEMKAB BLORA DORONG REVITALISASI PASAR PLAZA CEPU JADI PUSAT EKONOMI BARU

radiogagakrimangfm.com on 9 Sep 2026 | 15.47


INFOBLORA.ID
- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blora mendorong revitalisasi Pasar Lama Cepu atau yang lebih dikenal masyarakat sebagai Pasar Plaza Cepu. Pasar tersebut diproyeksikan menjadi penggerak baru ekonomi kawasan timur Jawa Tengah sekaligus pusat perdagangan dan distribusi komoditas unggulan Blora.

Upaya tersebut disampaikan Bupati Blora Dr. H. Arief Rohman saat bertemu Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan RI Iqbal Shoffan Shofwan, M.Si., dan Direktur Sarana Perdagangan dan Logistik Sri Sugy Atmanto, S.E., M.M., di Gedung Kementerian Perdagangan RI.

Dalam pertemuan itu, Bupati Arief didampingi Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi dan UKM, Kepala Dinas Lingkungan Hidup, serta Kepala Dinas Perumahan, Permukiman dan Perhubungan Kabupaten Blora.

Menurut Arief, posisi Pasar Plaza Cepu sangat strategis karena berada di wilayah perbatasan Jawa Tengah dan Jawa Timur serta menjadi salah satu pintu masuk Jawa Tengah dari arah timur.

“Lokasinya sangat strategis karena berada di pintu masuk Jawa Tengah dari arah timur. Dengan posisi tersebut, Pasar Plaza Cepu memiliki peluang besar menjadi pusat transaksi perdagangan dan pergerakan ekonomi masyarakat,” ungkapnya.

Ia mengatakan, revitalisasi pasar menjadi penting seiring pertumbuhan ekonomi Blora yang mencapai sekitar 5,4 persen. Pertumbuhan tersebut antara lain ditopang sektor pangan dan energi.

Pemkab Blora ingin pertumbuhan sektor pangan tidak hanya berhenti pada peningkatan produksi, tetapi juga mampu mendorong distribusi, perluasan pasar hingga peningkatan nilai tambah bagi masyarakat.

“Pertumbuhan ekonomi Blora saat ini sebagian besar ditopang sektor pangan dan energi. Karena itu kami ingin membangun kembali Pasar Plaza Cepu agar menjadi pusat perdagangan yang lebih representatif dan mampu mendukung aktivitas ekonomi masyarakat,” ujarnya.

DORONG PEMASARAN BERAS ORGANIK

Selain revitalisasi pasar, dalam pertemuan tersebut Bupati Arief juga memaparkan potensi pertanian organik Blora. Pemkab bahkan tengah menyusun peraturan daerah tentang pertanian organik sebagai upaya memberikan kepastian bagi petani.

Arief turut menyerahkan contoh beras organik dari Desa Wado, Kecamatan Kedungtuban, yang telah mendapatkan pendampingan dari Pertamina sejak 2017.

Pengembangan pertanian organik saat ini juga melibatkan berbagai organisasi masyarakat, termasuk PCNU, Muhammadiyah dan LDII di sejumlah wilayah Blora.

Pemkab Blora juga telah bekerja sama dengan ID FOOD untuk memperluas pemasaran beras organik. ID FOOD disebut siap menyerap hingga 2.000 ton beras organik Blora per tahun, sementara produksi saat ini baru sekitar 1.000 ton.

“Permintaan pasar sudah ada. ID FOOD siap menampung 2.000 ton per tahun, tetapi saat ini produksi kami baru sekitar 1.000 ton. Ini menjadi peluang besar yang terus kami dorong,” kata Arief.

Tak hanya beras organik, Bupati juga memaparkan potensi peternakan Blora yang dikenal memiliki populasi sapi potong besar di Jawa Tengah. Aktivitas perdagangan ternak di Blora juga dinilai cukup tinggi, dengan nilai transaksi pasar hewan mencapai sekitar Rp3,5 miliar dalam satu kali pasaran.

KEMENDAG DUKUNG USULAN REVITALISASI

Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kemendag Iqbal Shoffan Shofwan menyatakan akan membantu mengupayakan usulan revitalisasi Pasar Plaza Cepu agar mendapatkan dukungan pemerintah pusat.

Menurutnya, pasar rakyat yang modern dan representatif penting untuk memperkuat rantai distribusi sekaligus mendukung pemasaran produk unggulan daerah.

Iqbal juga mendorong Pemkab Blora mengikuti Trade Expo Indonesia (TEI) yang digelar Kementerian Perdagangan setiap Oktober. Ajang tersebut dinilai dapat menjadi peluang untuk memperkenalkan produk unggulan Blora ke pasar nasional hingga internasional.

Sementara itu, Direktur Sarana Perdagangan dan Logistik Sri Sugy Atmanto meminta Pemkab Blora segera menyusun profil seluruh pasar di wilayahnya dan memasukkan data tersebut ke Sistem Informasi Sarana Perdagangan (SISP).

Pendataan tersebut nantinya menjadi salah satu dasar pemerintah pusat dalam memetakan kebutuhan sarana perdagangan dan menentukan prioritas program revitalisasi pasar.

Pemkab Blora berharap revitalisasi Pasar Plaza Cepu tidak hanya menghadirkan pusat perdagangan yang lebih representatif, tetapi juga memperkuat posisi Cepu sebagai simpul distribusi komoditas serta mendorong produk unggulan Blora, khususnya beras organik, menembus pasar yang lebih luas.

Share this article :

0 komentar:

 
Copyright © 2013. infoblora.id - All Rights Reserved