Home » , , » KPH CEPU KELOLA PULUHAN RIBU HEKTARE HUTAN DI 41 RPH, TEBANGAN E 2026 CAPAI 9.299 METER KUBIK

KPH CEPU KELOLA PULUHAN RIBU HEKTARE HUTAN DI 41 RPH, TEBANGAN E 2026 CAPAI 9.299 METER KUBIK

radiogagakrimangfm.com on 15 Sep 2026 | 08.11


INFOBLORA.ID
- Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Cepu, Perum Perhutani Divisi Regional Jawa Tengah, mengelola kawasan hutan yang tersebar di 41 Resort Pemangkuan Hutan (RPH) di wilayah Kabupaten Blora.

Kasi Perencanaan dan Pengembangan Bisnis (PPB) KPH Cepu, Sukono, mengatakan wilayah kerja KPH Cepu terbagi menjadi dua wilayah, yakni Sub Cepu Utara dan Sub Cepu Selatan, dengan total 41 RPH.

“Wilayah kerja KPH Cepu terbagi menjadi Sub Cepu Utara dan Sub Cepu Selatan, dengan total 41 RPH,” ujar Sukono.

Sub Cepu Utara meliputi enam Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH), yakni Wonogadung, Cabak, Nanas, Nglebur, Kedewan, dan Sekaran.

Luas kawasan hutan di masing-masing RPH bervariasi, mulai sekitar 553 hektare hingga lebih dari 1.100 hektare. Di antaranya RPH Nglebur sekitar 1.149,6 hektare dan RPH Kedewan sekitar 1.036,3 hektare.

Sementara Sub Cepu Selatan mencakup BKPH Ledok, Kendilan, Pasarsore, Nglobo, Blungun, dan Pucung.

Beberapa RPH di wilayah tersebut juga memiliki kawasan hutan lebih dari 1.000 hektare. RPH Giyanti sekitar 1.143,2 hektare, RPH Ngawenan 1.132 hektare, RPH Mejuran sekitar 1.084,4 hektare, dan RPH Kejalen sekitar 1.052,6 hektare.

Secara keseluruhan, kawasan hutan yang dikelola KPH Cepu tersebar di puluhan RPH dengan luasan mencapai puluhan ribu hektare.

RENCANA TEBANGAN E CAPAI 9.299 METER KUBIK

Selain mengelola kawasan hutan, KPH Cepu juga memiliki rencana pemanfaatan hasil hutan berupa Tebangan E (Teb E) atau penjarangan pohon pada 2026.

Sukono menyebut rencana Teb E tersebut tersebar di 12 BKPH dengan total volume mencapai 9.299,949 meter kubik.

BKPH Blungun menjadi wilayah dengan rencana volume tebangan terbesar, yakni 3.400,754 meter kubik. Berikutnya BKPH Pasarsore sebesar 1.604,564 meter kubik dan BKPH Nglebur sebanyak 1.036,281 meter kubik.

Rencana volume lainnya yakni BKPH Wonogadung 904,193 meter kubik, Nglobo 488,895 meter kubik, Pucung 339,410 meter kubik, Sekaran 371,608 meter kubik, Ledok 300,201 meter kubik, Nanas 307,151 meter kubik, Kedewan 237,540 meter kubik, Kendilan 278,418 meter kubik, dan Cabak 30,934 meter kubik.

Sukono menegaskan, pengelolaan hutan tidak semata-mata berorientasi pada pemanfaatan hasil hutan. Aspek ekologis dan keberlanjutan sumber daya hutan juga menjadi bagian penting dalam pengelolaan kawasan.

“Pengelolaan kawasan hutan tidak hanya berkaitan dengan pemanfaatan hasil hutan, tetapi juga mencakup upaya menjaga fungsi ekologis kawasan serta keberlanjutan sumber daya hutan dan kehidupan masyarakat di sekitar kawasan hutan,” tegasnya.

Share this article :

0 komentar:

 
Copyright © 2013. infoblora.id - All Rights Reserved