Home » , , , » JALAN RANDUBLATUNG-CEPU MULAI DICOR, PROYEK DITARGETKAN RAMPUNG OKTOBER

JALAN RANDUBLATUNG-CEPU MULAI DICOR, PROYEK DITARGETKAN RAMPUNG OKTOBER

radiogagakrimangfm.com on 6 Sep 2026 | 10.04


INFOBLORA.ID
- Pembangunan ruas Jalan Randublatung-Cepu memasuki tahap penting. Proses pengerasan dengan pengecoran struktur jalan mulai dilakukan pada Kamis (3/9/2026).

Meski pekerjaan konstruksi berlangsung, akses kendaraan di ruas tersebut tetap dibuka selama 24 jam. Arus lalu lintas diatur menggunakan sistem buka-tutup secara bergantian dari kedua arah agar kendaraan tetap dapat melintas.

Pantauan di lokasi sekitar pukul 11.00 WIB menunjukkan aktivitas proyek mulai meningkat. Sebuah truk molen membawa material beton dan menuangkannya ke badan jalan. Material tersebut kemudian diratakan oleh pekerja sebelum dilakukan proses penghalusan permukaan.

Pelaksana proyek pembangunan Jalan Randublatung-Cepu, Arif Suyono, mengatakan pekerjaan sebenarnya telah berlangsung sebelumnya. Namun, pengerjaan struktur menggunakan beton baru dimulai pada Kamis.

“Per hari ini, kami mulai bangun struktur,” ujarnya.

Pekerjaan tersebut ditargetkan selesai pada Oktober 2026, bahkan lebih cepat dari perkiraan awal.

Ruas jalan yang ditangani memiliki panjang sekitar 500 meter, dengan lebar badan jalan 7,5 meter. Selain itu, terdapat bahu jalan masing-masing satu meter di sisi kanan dan kiri.

Selama proses pengerjaan, kendaraan tetap diperbolehkan melintas. Pengaturan lalu lintas dilakukan secara bergantian untuk menjaga kelancaran sekaligus keamanan pengguna jalan.

ADA PAKET PEKERJAAN RP28 MILIAR

Staf Teknik Balai Pengelolaan Jalan Wilayah Purwodadi, Sumindar, menjelaskan penanganan Jalan Randublatung-Cepu dilakukan melalui dua paket pekerjaan.

Paket pertama merupakan paket bidang dengan nilai anggaran sekitar Rp5 miliar dan saat ini telah masuk tahap pelaksanaan di lapangan.

Selain itu, terdapat paket pekerjaan lain dengan nilai sekitar Rp28 miliar yang bersumber dari Perkada.

“Selain pekerjaan paket bidang yang sudah jalan, ada itu yang paket Perkada,” jelas Sumindar.

Untuk paket senilai Rp28 miliar tersebut, pihaknya belum dapat memastikan jenis konstruksi yang akan digunakan. Apakah menggunakan aspal atau konstruksi beton kaku (rigid pavement) masih menunggu kepastian desain.

“Mungkin nanti bisa disampaikan Kepala Balainya. Kami belum tahu, untuk desainnya seperti apa kami belum terima itu,” katanya.

Saat ini, paket Perkada tersebut masih dalam tahap evaluasi desain sehingga rincian teknis pekerjaan belum dapat dipastikan.

TODANAN-NGAWEN DAN NGAWEN-KUNDURAN JUGA DITANGANI

Perbaikan infrastruktur jalan provinsi di Blora tidak hanya menyasar ruas Randublatung-Cepu.

Pekerjaan juga direncanakan pada ruas Todanan-Ngawen yang terdiri atas dua paket. Masing-masing berupa paket Perkada senilai sekitar Rp3 miliar dan paket bidang sekitar Rp5 miliar.

Untuk paket bidang, pekerjaan disebut sudah berjalan.

“Untuk Todanan-Ngawen ada dua paket, yaitu paket Perkada Rp3 miliar dan paket bidang Rp5 miliar. Yang paket bidang sudah jalan,” ujar Sumindar.

Sementara itu, penanganan juga dilakukan di ruas Ngawen-Kunduran. Ruas tersebut sebelumnya mendapat alokasi sekitar Rp14 miliar. Namun setelah dilakukan penyesuaian, pekerjaan yang tersisa kini sekitar 200 meter dengan anggaran kurang lebih Rp2 miliar.

Pekerjaan akan dilakukan di dua titik, yakni di depan batching plant Trembul, Kecamatan Ngawen, serta kawasan Pacing, Kecamatan Kunduran.

“Untuk targetnya itu 200 meter. Itu nanti di lokasi yang depan batching plant (Trembul Ngawen), sama di Pacing (Kunduran),” terang Sumindar.

Dengan dimulainya pengecoran di Jalan Randublatung-Cepu, masyarakat kini menantikan penyelesaian pekerjaan sesuai target. Perbaikan tersebut diharapkan dapat meningkatkan kenyamanan dan keamanan pengguna jalan sekaligus mendukung kelancaran aktivitas ekonomi masyarakat di jalur Randublatung-Cepu.

Share this article :

0 komentar:

 
Copyright © 2013. infoblora.id - All Rights Reserved