INFOBLORA.ID - Dinas Kesehatan dan Pengendalian Penduduk (Dinkesda) Kabupaten Blora menemukan sejumlah ketidaksesuaian prosedur penyimpanan bahan makanan saat menggelar inspeksi mendadak (sidak) di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sukorejo 2, Kecamatan Tunjungan, pada Selasa (8/9/2026).
Salah satu temuan mendasar yang menjadi perhatian serius petugas adalah penempatan tempe yang diletakkan persis di depan pintu toilet dapur SPPG. Tak hanya itu, petugas juga mendapati penyimpanan daging dan beberapa bahan pangan lain yang belum memenuhi standar ketentuan hygiene sanitasi.
Kepala Sub Koordinator Kesehatan Lingkungan, Kesehatan Kerja, dan Olahraga Dinkesda Blora, Tutik Rahayu, menegaskan bahwa tata cara penyimpanan bahan baku makanan di SPPG tersebut membutuhkan evaluasi dan perbaikan menyeluruh.
“Pada intinya kita tadi melihat tempat penyimpanan makanannya kurang pas,” ujar Tutik pada Selasa (8/9/2026).
Ia menjelaskan, seluruh bahan makanan idealnya disimpan di ruang khusus dan steril guna mengantisipasi risiko kontaminasi silang. Penempatan bahan makanan di area terbuka dekat fasilitas sanitasi sangat rentan memicu paparan bakteri berbahaya.
“Kalau di depan kamar mandi nggak boleh. Harus ada tempat penyimpanan bahan makanan. Itu (semua bahan makanan) harus ada tempatnya sendiri, ada gudangnya sendiri. Jadi kurang pas lah, kalau penempatan yang tidak semestinya,” tegasnya.
Penggunaan Minyak Curah dan Lonjakan Korban MBG
Di samping persoalan kelayakan ruang simpan, tim Dinkesda Blora turut menemukan penggunaan minyak goreng curah dalam proses pengolahan masakan di SPPG Sukorejo 2. Padahal, penggunaan minyak curah tidak direkomendasikan dalam petunjuk teknis penyiapan hidangan pemenuhan gizi.
“Kalau minyak curah, ini bukan dari kesehatan ya, tapi dari BGN sendiri tidak dianjurkan. Jadi harus yang standar atau premium,” jelas Tutik.
Sidak ini berlangsung di tengah penanganan kasus dugaan gangguan kesehatan massal yang menimpa ratusan pelajar. Dinkesda Blora mencatat adanya penambahan laporan siswa yang mengalami keluhan kesehatan usai mengonsumsi menu Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Senin (7/9/2026). Hingga saat ini, total korban terdata telah mencapai 141 orang yang tersebar di beberapa instansi pendidikan, meliputi SMAN 1 Tunjungan, SMP Al-Banjari, dan SD IT.
“Korban dari SMA N 1 Tunjungan mencapai 137, satu orang guru, lalu siswa yang masuk sekolah 133, dan tiga siswa tidak masuk sekolah. Lalu SMP Al-Banjari tadi laporan masuk ada tiga siswa dan SD IT 1 orang,” pungkasnya.

0 komentar:
Posting Komentar