INFOBLORA.ID - Keheningan malam di Waduk Greneng, Desa Tunjungan, Kecamatan Tunjungan, Kabupaten Blora, mendadak berubah menjadi kepanikan.
Seorang pelajar berusia 14 tahun meninggal dunia setelah
terpeleset dan tenggelam saat mencari ikan bersama tiga temannya, Rabu malam, 5
Agustus 2026.
Korban berinisial SAG, warga Dukuh Karangkembang, Desa
Tunjungan. Tubuh korban ditemukan setelah petugas kepolisian dan warga
melakukan pencarian selama sekitar satu jam di perairan waduk.
Berdasarkan laporan Polsek Tunjungan, peristiwa tersebut bermula
sekitar pukul 20.00 WIB. Korban bersama tiga temannya berangkat menuju Waduk
Greneng untuk mencari ikan.
Sekitar pukul 20.20 WIB, mereka berjalan menyusuri tepian
waduk sambil mencari ikan. Saat tiba di lokasi kejadian, korban melihat ikan
berada tidak jauh dari bibir waduk dan berusaha mengambilnya menggunakan
jaring.
Namun, permukaan beton di tepi waduk dalam kondisi licin.
Korban kehilangan pijakan, terpeleset, kemudian tercebur ke dalam air.
Karena tidak mampu berenang, korban langsung kesulitan menyelamatkan
diri. Salah seorang temannya berusaha memberikan pertolongan dengan berenang
dan mendorong korban menuju tepian.
Upaya penyelamatan itu tidak berhasil. Saksi mulai kelelahan
dan hampir ikut tenggelam. Dua teman lainnya kemudian berteriak meminta
pertolongan kepada warga sekitar.
Teriakan tersebut didengar dua warga yang segera mendatangi
lokasi. Mereka memberikan sebatang bambu sebagai pegangan agar teman korban
dapat keluar dari air.
Namun, pada saat yang sama, tubuh korban telah tenggelam dan
tidak lagi terlihat di permukaan.
Peristiwa itu kemudian dilaporkan kepada Polsek Tunjungan.
Kapolsek Tunjungan bersama anggota, personel Koramil, tenaga medis Puskesmas
Tunjungan, dan warga langsung melakukan pencarian.
Dengan menggunakan jaring ikan milik warga, petugas menyisir
lokasi tempat korban terakhir terlihat.
Setelah sekitar satu jam pencarian, tubuh korban akhirnya
ditemukan pada pukul 22.15 WIB dan dievakuasi ke daratan.
Tim medis Puskesmas Tunjungan bersama petugas kepolisian
kemudian melakukan pemeriksaan terhadap tubuh korban. Dari pemeriksaan awal,
petugas tidak menemukan tanda-tanda kekerasan.
Korban dinyatakan meninggal dunia akibat tenggelam. Jenazah
selanjutnya dibawa ke rumah duka dan diserahkan kepada pihak keluarga untuk
dimakamkan.
Polisi turut mengamankan pakaian korban, sebuah ember yang
digunakan sebagai tempat ikan, serta mencatat keterangan sejumlah saksi.
Tragedi tersebut menjadi peringatan keras bagi masyarakat,
khususnya anak-anak dan remaja, agar tidak melakukan aktivitas di sekitar waduk
pada malam hari tanpa pengawasan orang dewasa dan perlengkapan keselamatan.


0 komentar:
Posting Komentar