Home » , , , » RUWATAN MASSAL 2026 JADI AJANG PELESTARIAN BUDAYA, BUPATI ARIEF: DOAKAN BLORA MAJU DAN BERKAH

RUWATAN MASSAL 2026 JADI AJANG PELESTARIAN BUDAYA, BUPATI ARIEF: DOAKAN BLORA MAJU DAN BERKAH

radiogagakrimangfm.com on 12 Jul 2026 | 09.19


INFOBLORA.ID
- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blora menjadikan momentum Tahun Baru Islam 1448 Hijriah sebagai sarana memperkuat nilai spiritual sekaligus melestarikan budaya lokal melalui Ruwatan Massal Tahun 2026 yang digelar di Stadium Budaya Tirtonadi, Sabtu malam (11/7/2026).

Bupati Blora, Arief Rohman, yang hadir dalam kegiatan tersebut menyampaikan apresiasi kepada panitia dan seluruh pihak yang telah menyelenggarakan acara sebagai bentuk nyata nguri-uri budaya warisan leluhur. Rangkaian acara dimeriahkan dengan berbagai kesenian khas Blora, seperti barongan, wayang, hingga tari tayub.

"Saya mengapresiasi dan berterima kasih atas terselenggaranya acara Ruwatan Massal 2026 ini untuk nguri-uri budaya. Ini dimaksudkan sebagai doa bersama agar Blora senantiasa terhindar dari musibah, diberikan kelancaran, kemakmuran, dan menjadi kabupaten yang maju serta berkah," ujar Arief Rohman.

Menurut Bupati, pelestarian budaya menjadi tantangan tersendiri di tengah derasnya arus globalisasi. Karena itu, seluruh elemen masyarakat diharapkan terus menjaga dan mengembangkan seni budaya sebagai identitas sekaligus kekayaan daerah.

"Kita terus berupaya agar budaya dan kesenian kita selalu dilestarikan. Ini menjadi kekuatan sekaligus khasanah kekayaan kita bersama," tegasnya.

Ketua Panitia Ruwatan Massal 2026, Edi Purwanto, mengatakan antusiasme masyarakat mengikuti tradisi tersebut terus meningkat. Tahun ini, ruwatan diikuti 40 keluarga sukerta dengan jumlah peserta sekitar 81 orang.

Ia mengungkapkan, peserta tidak hanya berasal dari berbagai daerah di Jawa Tengah, tetapi juga dari luar daerah. Peserta yang hadir langsung datang dari Yogyakarta dan Pekalongan, sementara peserta dari Kota Chiba, Jepang, serta Merauke, Papua, belum dapat hadir karena masih menjalankan tugas.

Menurut Edi, ruwatan massal tidak hanya menjadi ajang pelestarian budaya, tetapi juga wujud doa dan ikhtiar masyarakat untuk memohon keselamatan serta dijauhkan dari sukerto atau sengkala.

"Harapannya acara ruwatan ini bisa dilaksanakan rutin setiap tahun. Ke depan bisa dikembangkan dengan lokasi dan kemasan yang mengikuti perkembangan zaman, namun tanpa menghilangkan esensi utamanya," pungkasnya.

Share this article :

0 komentar:

 
Copyright © 2013. infoblora.id - All Rights Reserved