INFOBLORA.ID - Dinas Kesehatan Daerah (Dinkesda) Kabupaten Blora mengirim sampel menu Makan Bergizi Gratis (MBG) dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Bogowanti ke Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) untuk dilakukan pengujian laboratorium. Langkah ini dilakukan menyusul dugaan keracunan yang dialami 19 siswa SD Negeri Sendangrejo, Kecamatan Ngawen, usai mengonsumsi menu MBG, Senin (20/7/2026).
Kepala Dinkesda Blora, Edi Widayat, mengatakan selain diuji di UPT Laboratorium Kesehatan Kabupaten Blora, sampel makanan juga dikirim ke BPOM guna memastikan penyebab kejadian tersebut.
"Sampel dikirim ke BPOM," ujarnya.
Kepala Sub Koordinator Kesehatan Lingkungan, Kesehatan Kerja, dan Olahraga Dinkesda Blora, Tutik Rahayu, menjelaskan tim langsung melakukan inspeksi ke dapur SPPG Bogowanti setelah menerima laporan dugaan keracunan.
Pemeriksaan meliputi gudang penyimpanan bahan makanan, alur penerimaan dan distribusi bahan, kondisi wadah makanan (ompreng), hingga penempatan bahan pangan. Petugas juga mengambil sampel makanan dan minuman untuk diuji di laboratorium.
"Kami cek gudang, alur penerimaan barang, keluar masuk barang hingga ompreng. Sampel makanan juga kami ambil untuk diperiksa di laboratorium," jelasnya.
Menurut Tutik, hingga saat ini Dinkesda belum dapat memastikan penyebab dugaan keracunan karena masih menunggu hasil uji laboratorium.
"Karena hasil laboratorium belum keluar, kami belum bisa memastikan penyebabnya, termasuk apakah berasal dari susu atau bukan. Semua harus dibuktikan melalui pemeriksaan laboratorium," katanya.
Proses pengujian di UPT Laboratorium Kesehatan Kabupaten Blora diperkirakan memerlukan waktu sekitar satu minggu. Hal itu karena sampel harus melalui proses inkubasi bakteri sebelum hasil dapat diketahui.
Selain memeriksa makanan, Dinkesda juga melakukan evaluasi terhadap pengelolaan dapur SPPG, termasuk kompetensi tenaga yang bertugas di bidang gizi. Pihaknya merekomendasikan agar petugas yang menangani aspek gizi mengikuti pelatihan guna meningkatkan kompetensi dalam penyelenggaraan Program Makan Bergizi Gratis.
Sebelumnya, sebanyak 19 siswa SD Negeri Sendangrejo mengalami mual, muntah, dan sakit perut setelah mengonsumsi menu MBG. Seluruh siswa telah mendapatkan penanganan medis di Puskesmas Ngawen, dan kondisi mereka dilaporkan berangsur membaik.


0 komentar:
Posting Komentar