Home » , , » ARMADA ANGKUTAN UMUM DI BLORA MENYUSUT 67 PERSEN, TERSISA 67 KENDARAAN LAYANI LIMA KORIDOR

ARMADA ANGKUTAN UMUM DI BLORA MENYUSUT 67 PERSEN, TERSISA 67 KENDARAAN LAYANI LIMA KORIDOR

radiogagakrimangfm.com on 14 Jul 2026 | 07.16


INFOBLORA.ID
- Kondisi angkutan umum di Kabupaten Blora semakin memprihatinkan. Dalam kurun waktu sekitar dua dekade terakhir, jumlah armada yang beroperasi mengalami penurunan drastis hingga sekitar 67 persen.

Data Dinas Perumahan, Permukiman, dan Perhubungan (Dinrumkimhub) Kabupaten Blora mencatat, pada tahun 2005 terdapat sebanyak 202 armada angkutan umum yang melayani masyarakat. Kini, jumlah tersebut tinggal 67 armada, jauh di bawah kebutuhan ideal yang diperkirakan mencapai 205 kendaraan.

Subkoordinator Angkutan Dinrumkimhub Kabupaten Blora, Ngadianto, mengatakan saat ini angkutan umum hanya melayani lima koridor utama di wilayah Kabupaten Blora.

Rinciannya, rute Blora–Kunduran dilayani 23 armada, Blora–Cepu sebanyak 21 armada, Blora–Jepon enam armada, Cepu–Randublatung–Doplang–Sulur enam armada, serta Blora–Medang–Bulu sebanyak 11 armada.

Ngadianto menjelaskan, berkurangnya jumlah armada tidak terlepas dari faktor usia kendaraan yang semakin tua. Sesuai ketentuan, usia maksimal kendaraan angkutan umum adalah 25 tahun. Namun, untuk menjaga keberlangsungan layanan transportasi, Pemerintah Kabupaten Blora menerbitkan Surat Edaran Bupati pada 2024 yang memberikan dispensasi hingga usia kendaraan mencapai 45 tahun.

"Kalau diberlakukan batas usia 25 tahun, bisa jadi Blora sudah tidak memiliki angkutan umum seperti yang terjadi di beberapa kabupaten lain," kata Ngadianto.

Meski mendapat dispensasi usia operasional, setiap kendaraan tetap diwajibkan menjalani uji berkala atau uji KIR serta memenuhi seluruh persyaratan administrasi yang berlaku. Pemerintah juga memastikan seluruh armada tetap dalam kondisi layak jalan demi menjamin keselamatan dan kenyamanan penumpang.

Selain aspek teknis, kondisi fisik kendaraan juga menjadi perhatian. Menurut Ngadianto, tampilan angkutan umum yang bersih dan terawat menjadi salah satu faktor penting untuk menarik minat masyarakat, khususnya kalangan pelajar.

"Kami juga meminta kendaraan tetap layak pandang. Sekarang anak sekolah cenderung enggan naik angkutan umum apabila kondisinya sudah tidak nyaman dilihat," ujarnya.

Pemerintah Kabupaten Blora berharap keberadaan angkutan umum tetap dapat dipertahankan sebagai salah satu moda transportasi masyarakat, meski menghadapi tantangan berupa keterbatasan armada dan perubahan minat masyarakat yang kini lebih banyak beralih ke kendaraan pribadi.

Share this article :

0 komentar:

 
Copyright © 2013. infoblora.id - All Rights Reserved