Home » , , » DOLAR NAIK, HARGA MATERIAL BANGUNAN DI BLORA MELAMBUNG HINGGA 20 PERSEN

DOLAR NAIK, HARGA MATERIAL BANGUNAN DI BLORA MELAMBUNG HINGGA 20 PERSEN

radiogagakrimangfm.com on 15 Jun 2026 | 08.55


INFOBLORA.ID
- Kenaikan nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) terhadap rupiah mulai berdampak pada harga sejumlah material bangunan di Kabupaten Blora, Jawa Tengah. Sejumlah bahan bangunan yang masih bergantung pada bahan baku impor mengalami kenaikan harga hingga 20 persen dalam beberapa waktu terakhir.

Kondisi tersebut dikeluhkan para pelaku usaha material bangunan karena berdampak langsung pada menurunnya daya beli masyarakat. Banyak konsumen memilih menunda pembangunan maupun renovasi rumah akibat biaya yang semakin tinggi.

Salah satu pengusaha material bangunan di Blora, Jaidun, mengatakan kenaikan harga terjadi pada berbagai jenis material, mulai dari besi, semen, cat, paku hingga pipa paralon. Menurutnya, melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS menjadi salah satu faktor utama yang mendorong kenaikan harga.

“Material yang berkaitan dengan bahan baku impor mengalami kenaikan cukup signifikan. Kondisi ini membuat pembelian dari masyarakat menurun dibanding sebelumnya,” ujarnya.

Menurut Jaidun, kenaikan harga tidak hanya dirasakan oleh pelaku usaha material, tetapi juga berdampak pada sektor konstruksi secara keseluruhan. Sejumlah proyek pembangunan rumah pribadi maupun usaha kecil mulai mengalami penyesuaian anggaran karena biaya material yang semakin tinggi.

Dampak kenaikan harga tersebut juga dirasakan langsung oleh masyarakat. Salah seorang warga Blora, Dian Wahyu, mengaku harus menghitung ulang biaya pembangunan rumah yang sedang dikerjakannya.

“Biaya pembangunan menjadi lebih besar dari perencanaan awal karena hampir semua material mengalami kenaikan harga,” katanya.

Ia mengaku beberapa pekerjaan pembangunan terpaksa dilakukan secara bertahap agar tetap sesuai dengan kemampuan keuangan keluarga.

Pelaku usaha menilai kondisi ini perlu mendapat perhatian serius karena sektor konstruksi memiliki keterkaitan dengan berbagai sektor ekonomi lainnya, mulai dari perdagangan bahan bangunan, jasa konstruksi, hingga tenaga kerja.

Jika harga material terus meningkat tanpa diimbangi dengan daya beli masyarakat, dikhawatirkan aktivitas pembangunan akan melambat dan berdampak pada penurunan perputaran ekonomi di daerah.

Masyarakat dan pelaku usaha berharap pemerintah dapat mengambil langkah strategis untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah serta mengendalikan dampak kenaikan harga barang impor agar tidak semakin membebani dunia usaha maupun masyarakat. Dengan stabilitas harga, sektor konstruksi diharapkan tetap bergerak dan mampu menopang pertumbuhan ekonomi daerah.

Share this article :

0 komentar:

 
Copyright © 2013. infoblora.id - All Rights Reserved