Home » , , , » JELANG LEBARAN, PEMKAB BLORA GELAR PASAR MURAH DAN GERAKAN PANGAN MURAH TEKAN HARGA BAHAN POKOK

JELANG LEBARAN, PEMKAB BLORA GELAR PASAR MURAH DAN GERAKAN PANGAN MURAH TEKAN HARGA BAHAN POKOK

radiogagakrimangfm.com on 9 Mar 2026 | 08.11


INFOBLORA.ID
- Menjelang Hari Raya Idul Fitri, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blora berupaya menekan potensi lonjakan harga bahan pokok dengan menggelar berbagai program stabilisasi harga. Upaya tersebut dilakukan melalui gerakan pangan murah serta pasar murah yang melibatkan sejumlah Badan Usaha Milik Daerah (BUMD).

Kepala Bagian Perekonomian Setda Blora, Pujiariyanto, mengatakan pihaknya telah menjadwalkan pelaksanaan pasar murah dengan menggandeng BUMD yang ada di Kabupaten Blora. Program tersebut merupakan kelanjutan dari kegiatan yang telah dilaksanakan sejak tahun 2025 dengan nama Bu Desi Plus (BUMD Peduli Inflasi).

“Kegiatan ini akan menyebar di 16 kecamatan. Program BUMD Peduli Inflasi akan dilaksanakan mulai 11 hingga 14 Maret 2026 dan digelar di kantor kecamatan,” jelas Pujiariyanto.

Ia menyebutkan, terdapat lima BUMD yang terlibat dalam kegiatan tersebut, yakni BPD Bank Jateng, BPR BKK, BPH, BPE, dan PDAM. Setiap lokasi kegiatan akan mendapatkan porsi distribusi yang sama.

“Setiap titik memiliki porsi yang sama,” tambahnya.

Selain pasar murah, Pemkab Blora juga telah melaksanakan Gerakan Pangan Murah (GPM) sebagai tindak lanjut dari instruksi Badan Pangan Nasional guna menjaga stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok di masyarakat.

Kepala Dinas Pangan, Pertanian, Peternakan, dan Perikanan (DP4) Blora, Ngaliman, menjelaskan bahwa dalam pelaksanaan GPM pihaknya menggandeng sejumlah pihak, seperti Bulog, Dekranasda, serta gabungan kelompok tani (Gapoktan).

Melalui kegiatan ini, pemerintah menyalurkan sejumlah komoditas kebutuhan pokok seperti gula, cabai, beras, minyak goreng, bawang merah, bawang putih, dan telur dengan harga yang lebih terjangkau. Beberapa komoditas bahkan mendapatkan subsidi dari pemerintah.

Adapun rincian harga yang ditawarkan antara lain beras SPHP kemasan 5 kilogram seharga Rp58.000, serta beras lokal Rp13.000 per kilogram.

“Kami juga mendistribusikan minyakita dengan harga eceran tertinggi (HET) yaitu Rp15.700 per liter. Untuk beberapa komoditas juga ada subsidi. Misalnya telur yang di pasaran sudah mencapai Rp30 ribu, di sini dijual Rp27 ribu,” jelas Ngaliman.

Melalui berbagai program tersebut, Pemkab Blora berharap masyarakat dapat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau sekaligus menjaga stabilitas harga menjelang Lebaran.

Share this article :

0 komentar:

 
Copyright © 2013. infoblora.id - All Rights Reserved