![]() |
| Bupati Blora H.Djoko Nugroho usai meresmikan Istalasi Bedah Sentral menyapa penderita katarak yang hendak dioperasi. (rs-infoblora) |
“Saat ini saya resmikan gedung IBS sebagai bentuk peningkatan
fasilitas kesehatan di RSUD. Namun kedepan kualitas pelayanan pasien harus
ditingkatkan. Jangan hanya minta penambahan fasilitas, tapi tidak diimbangi
dengan perbaikan kualitas layanan. Fasilitas boleh ditambah, namun pelayanan
harus terus diperbaiki. Hingga kini masih banyak keluhan masyarakat yang
mengadukan kualitas layanan kesehatan,” ujar Bupati.
Dengan didampingi Plt Sekda Sutikno Slamet, Asisten II Bondan
Sukarno dan Asisten III Komang Gede Irawadi, dan Kepala RSUD dr.Nugroho, Bupati
H.Djoko Nugroho meninjau langsung ruangan IBS yangtelah dilengkapi dengan alat
cuci darah.
Alat cuci darah tersebut sebenarnya sudah ada sejak tahun 2015
lalu di rumah sakit. Namun belum dipergunakan lantaran belum ada petugas
operatornya yang bisa mengoperasionalkannya.
“Ini sudah ada alat cuci darahnya, segera dipergunakan agar warga
Blora yang sakit tidak perlu jauh-jauh ke luar kota untuk berobat. Layani
mereka dengan senyum dan keramahan,” lanjut Bupati.
Usai meninjau ruangan IBS, Bupati menyempatkan diri untuk
menjenguk pasien layanan operasi katarak gratis yang diikuti oleh 47 orang yang
kebanyakan adalah lanjut usia.
“Jangan takut dioperasi nggih mbah, semoga cepat sembuh dan bisa
momong putu lagi di rumah,” pungkasnya. (rs-infoblora)


0 komentar:
Posting Komentar